“Siapa Kita Sebenarnya?”: Renungan, Rabu 26 Juni 2019

0
3669

Hari Biasa (H)

Kej. 15:1-12, 17-18; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9; Mat. 7:15-20

Kebanyakan orang menilai orang lain dari sikap, tindakan atau perbuatannya. Ketika orang berbuat jahat, seperti mencuri, membunuh, korupsi, dan lain sebagainya, ia akan dipandang sebagai orang yang tidak baik atau bahkan hidupnya akan berujung pada penderitaan, yakni tinggal dalam penjara. Sebaliknya, orang yang suka menolong, berbuat yang baik terhadap orang lain, jujur dan penuh dengan ketulusan akan dipandang bahwa ia adalah orang yang baik.

Bacaan Injil hari ini menggambarkan hal yang baik dan yang tidak baik. Yesus menegaskan kepada kita, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas”. Terkadang di dunia zaman ini kita melihat bahwa orang yang bertutur kata yang baik, tidak menunjukkan perbuatan yang baik pula. Artinya, apa yang diucapkannya berbeda dengan perbuatannya. Kedengarannya baik, tetapi perbuatannya tidak baik.

Yesus melukiskannya dengan pohon yang menghasilkan buah yang baik dan buah yang tidak baik. Begitu pula hidup kita manusia yang dengan perbuatan dan tindakan kita mencerminkan siapa kita sebenarnya. Orang yang melakukan kejahatan sama halnya dengan pohon yang menghasilkan  buah yang tidak baik itu. Untuk itulah ia harus diasingkan, disingkirkan, dipisahkan dengan yang baik. Tetapi, orang yang penuh dengan ketulusan hati dan disertai dengan perbuatannya yang baik akan memberikan buah yang baik untuk orang lain.

Yesus mau mengajak kita semua untuk menjadi pohon yang baik, maka kita akan menghasilkan buah yang baik pula. Dengan kata lain, kita harus menyadari bahwa kita harus melakukan perbuatan-perbuatan baik supaya orang dapat mengenal kita sebagai pribadi-pribadi yang baik pula. Sikap, tindakan dan perbuatan kita akan menunjukkan kepada orang lain siapa diri kita sebenarnya. Tetapi, jangan sampai kita terbuai dengan popularitas karena untuk dikenal oleh banyak orang atas sikap dan perbuatan baik kita. Artinya, perbuatan dan tindakan yang kita lakukan bukan atas tujuan supaya kita dikenal banyak orang, tetapi dengan tujuan supaya keagungan Tuhan tetap dimuliakan. Lakukanlah perbuatan yang baik kepada semua orang sebagaimana yang telah diperbuat Yesus sendiri.

(Fr. Marsiano Kaunang)

“Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik” (Mat. 7:17).

 Marilah berdoa:

Tuhan, mampukanlah kami untuk senantiasa melakukan perbuatan-perbuatan baik terhadap orang lain, bukan mengejar popularitas tetapi untuk meluhurkan namaMu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini