Hari biasa Pekan V Paskah (P)
Kis. 15:1-6;Mzm.122:1-2,3-4a,4b-5;Yoh.15:1-8.
Apakah tujuan hidupmu? Pertanyaan ini menjadi hal penting dalam kehidupan manusia. Tujuan hidup menjadi penting karena akan menentukan siapa diri seseorang kelak. Karena itu, setiap manusia mesti memiliki tujuan hidup yang dapat mengarahkan langkah hidup seseorang. Berbagai kesibukan rutin dapat dilakukan manusia. Namun, jika didasarkan atas tujuan hidup yang benar, maka manusia tidak akan terjebak terhadap rutinitas yang tidak membuahkan hasil. Sayangnya, realita dunia membuktikan bahwa manusia hanya cenderung menuju tujuan hidup duniawi seperti kekuasaan, kehormatan, kekayaan, uang atau harta dan sebagainya. Lalu, apakah tujuan hidup yang sebenarnya?
Bacaan Injil hari ini memberikan jawaban yang pasti akan tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu tujuan yang bersifat kekal, yakni berbuah dalam Tuhan. Inilah yang menjadi karakteristik kehidupan kristiani yang sesungguhnya. Kehidupan kristiani yang sesungguhnya adalah mengenal Allah dan anak-Nya Yesus Kristus. Yesus berkata, “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku” (ay 8). Perkataan ini menunjukkan betapa mulia dan bahagia Allah, jika kita sebagai anak-anak-Nya berbuah dalam kasih-Nya. Hal ini menuntut kita untuk selalu membangun hubungan intim dengan-Nya dan tinggal di dalam kasih-Nya.
Konsekuensi tinggal dalam Kristus yaitu kita banyak berbuat kebaikan bagi orang lain. Kita berani melakukan hal itu karena kita teguh beriman dan terus mengasihi Dia dengan menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Persekutuan dengan-Nya perlu diciptakan secara terus menerus untuk menghasilkan buah yang menjadi tujuan hidup kita. Berbuah dalam-Nya diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata sebagai orang yang percaya kepada-Nya.
Dalam kehidupan ini, janganlah kita lupa akan tujuan hidup yang benar sebagai orang kristiani. Walaupun berbagai kenikmatan duniawi sudah dikecap, tapi kita tidak boleh tenggelam dalam kenikmatan itu. Sebab, ada hal yang paling hakiki dalam hidup kita yaitu kasih Allah yang tak pernah berkesudahan. Kita perlu untuk mewujudnyatakan buah itu lewat tindakan seperti menolong dan mengasihi orang menderita, bekerja dengan jujur, menghormati orang tua, dan sebagainya. Tindakan seperi itu yang menunjukkan kualitas tujuan hidup kita sebagai orang kristiani yang percaya kepada Allah.
(Fr. Laurensius Renwarin)
“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan dmeikian kamu adalah murd-murid-Ku” (Yoh. 15:8).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, ajarlah kami untuk menjadi murid-Mu yang setia. Amin.











