“Daya Roh Kudus”: Renungan, Senin 29 April 2019

0
2076

Pw St. Katarina dari Siena Perawan dan Pujangga Gereja (P)

Kis. 4:23-31; Mzm. 2:1-3,4-6,7-9; Yoh 3:1-8

Hari ini Gereja Universal memperingati Sta. Katarina dari Siena, seorang perawan dan  pujangga Gereja. Sta. Katarina merupakan orang yang dipilih Allah untuk menjadi pembimbing dan pelindung Gereja dalam suatu kurun waktu yang suram. Ia mempunyai peran penting dalam pemindahan kedudukan Paus dari Prancis ke Roma, yang merupakan kota abadi dan pusat Gereja. Keberhasilan ini adalah berkat penyelenggaraan Roh Kudus dalam kehidupan Sta. Katarina.

Bacaan-bacaan hari ini menekankan peran dan daya Roh Kudus. Dengan bantuan dan perlindungan dari Roh Kudus, para rasul mewartakan kabar gembira kepada semua orang. Mereka selalu menyertakan pujian kepada Allah dalam kesatuannya dengan Kristus dan Roh Kudus dalam doa-doa (Kis 4:25). Roh Kudus inilah yang dijanjikan oleh Yesus bagi murid-murid-Nya sebelum terangkat ke surga. Roh Kudus yang sama pula yang telah menguatkan Petrus dan Yohanes dalam sidang di hadapan para Mahkamah Agama.

Yesus dalam percakapannya dengan Nikodemus juga menekankan perlunya daya Roh Kudus bagi semua orang yang percaya. Roh Kudus menjadi syarat bagi seseorang untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Yesus dengan tegas mengungkapkan: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dapat dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Yoh. 3:3). Penekanan ini sendiri menunjuk pada pembaptisan itu sendiri atau yang dalam Gereja disebut sebagai sakramen baptis. Dengan menerima sakramen baptis seseorang menerima rahmat Roh Kudus dan dilahirkan kembali. Kelahiran baru membuat orang dekat dengan Yesus dan mengenal-Nya semakin dalam.

Banyak orang tidak dapat merasakan kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan. Hal ini terjadi karena mereka berada jauh dari Tuhan. Kepandaian dan kekuatan pribadi sering menjadi batu sandungan untuk berada dekat dengan Yesus. Namun, lihatlah Sta. Kataria dari Siena dan para Rasul yang selalu berada dekat dengan Yesus. Mereka mendapatkan kekuatan dan perlindungan dari Tuhan. Mereka menemukan Yesus dalam doa. Doa merupakan sarana terbaik untuk mendekatkan diri dengan Tuhan untuk merasakan daya Roh Kudus dalam kehidupan.

(Fr. Christian Pontoh)

“Yesus menjawab kataNya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yoh. 3:3).

Marilah berdoa:

Bapa, buatlah kami semakin peka untuk merasakan kehadiran Roh Kudus. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini