Hari Biasa Pekan V Prapaskah (U)
Bil. 21:4-9; Mzm. 102:2-3,16-18,19-21; Yoh. 8:21-30.
Kepercayaan adalah dasar hidup seorang beriman. Dengan percaya kita akan semakin mengenal Yesus yang telah memberikan hidup kepada kita. Buahnya yaitu kita mengalami kepastian dalam hidup.
Injil hari ini mengisahkan Yesus yang bukan dari dunia ini. Yesus berkata kepada orang banyak, “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu ke tempat aku pergi tidak mungkin kamu datang”. Kata-kata Yesus ini mau mengajak kita semua untuk percaya bahwa Allah tak akan pernah meninggalkan mereka yang percaya dan berpaut kepada-Nya yaitu orang-orang yang meninggikan anak manusia.
Yesus berkata bahwa kurangnya pengertian mereka akan sabda Yesus, menyebabkan mereka tidak percaya pada perkataan-Nya yang sesungguhnya yakni membicarakan tentang Bapa, yang selalu menyertai umat manusia. Hal ini membuat mereka keras hati dan mencoba melawan Allah seperti yang pernah dialami tentang bangsa Israel ketika mereka hendak mengelilingi tanah Edom.
Pengalaman umat Israel dalam bacaan pertama ini sebenarnya mau menggambarkan realitas kehidupan kita di zaman sekarang ini, yang menginginkan segala sesuatu secara instan. Misalnya, kita berdoa kepada Allah supaya besok usaha bakso kita bisa laris manis, tetapi pada kenyataan apa yang kita harapkan itu tidak menjadi kenyataan. Maka kita mulai merasa sedih dan mengeluh kepada Allah, karena Allah sepertinya sudah tidak mendengarkan doa kita lagi dengan hanya membiarkan kita larut dalam penderitaan. Kita merasa bahwa Allah seolah-olah sudah mulai melupakan dan meninggalkan kita begitu saja di saat kita membutuhkan pertolongan-Nya.
Saudaraku yang terkasih, masa Prapaskah merupakan sebuah kesempatan baik bagi kita untuk membuang jauh pikiran-pikiran buruk kita yang bisa membuat kita jatuh ke dalam dosa dengan melihat kembali rencana baik Allah dari setiap peristiwa hidup kita. Kita harus berani untuk mati dalam dosa atau menanggalkan sisi kemanusiaan kita dan percaya bahwa semua yang dilakukan dan dikerjakan oleh Allah itu baik adanya. Kita harus percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita dalam situasi apapun asalkan kita senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Sehingga kelak kita bisa bangkit dan memperoleh kebahagian kekal bersama-Nya di surga.
(Fr. Oswaldus Mbawo)
”Jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia. Kamu akan mati dalam dosamu” (Yoh. 8:24b)
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan, ajarilah kami untuk selalu bersyukur kepada-Mu. Amin











