“Cinta Kasih Allah”: Renungan, Senin 8 April 2019

0
2989

Hari biasa Pekan V Prapaskah (U)
Dan. 13:1-9,15-17,19-30, 33-62; Mzm. 23:1-3a, 3b-4,5,6; Yoh. 8:1-11

Saudara terkasih, keadilan dan hukum dibutuhkan untuk mengatur setiap kehidupan manusia untuk menuju kepada kesejahteraan sosial. Namun sayangnya sekarang ini, keadilan dan hukum dibuat untuk memberi keuntungan kepada pihak-pihak tertentu yang memiliki kekuatan dan kuasa. Dengan mengandalkan kekuatan dan kekuasaan, maka orang cenderung terhanyut dalam keegoisan dan kesombongan.

Bacaan pertama melukiskan keteguhan hati seorang perempuan yang bernama Susana. Ia dituduh berbuat zinah oleh kedua orang yang merencanakan kejahatan. Kedua orang tersebut memberikan kesaksian palsu untuk menjatuhkan Susana dalam maut. Namun karena keberanian dan kepercayaan Susana kepada Allah, maka ia diberikan pertolongan oleh-Nya. Allah memberikan kepadanya seorang anak muda yang bernama Daniel untuk menyelamatkannya dari kesaksian palsu.

Bacaan Injil menceritakan bagaimana kisah Yesus menyelamatkan perempuan yang dituduh berzinah oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Sebenarnya tujuan dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, yaitu ingin mencari kesalahan dari Yesus. Namun, Yesus mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka. Kemudian Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Setelah itu Yesus bertanya kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu”. Perkataan Yesus membuat mereka pergi dengan tak mengeluarkan suara. Menghakimi orang yang tak bersalah merupakan suatu perbuatan yang tidak baik.

Bacaan pertama dan Injil hari ini mau menunjukkan kepada kepada kita tentang cinta kasih Allah kepada umat yang senantiasa percaya dan menyerahkan diri seutuhnya kepada-Nya. Cinta kasih merupakan pemberian terbesar Allah bagi umat-Nya. Cinta kasih Allah mengajarkan kita untuk saling menghargai dan menghormati serta memperhatikan sesama, bukan sebaliknya menghukum dan mengadili. Sebab Allah hadir dalam sesama manusia.

(Fr. Mario Rumsory)

“Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepda-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh. 8:7).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah aku supaya lebih mampu mengasihi orang lain. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini