Hari biasa (H)
Ibr. 10: 1-10 ; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,10,11; Mrk. 3:31-35.
Ibu dan saudara adalah bagian yang tak lepas dari kehidupan kita. Orang yang paling dekat dengan kita adalah ibu. Ia memperjuangkan kehidupan kita. Karena ibu adalah orang yang telah melahirkan kita pastilah kita memiliki relasi yang sangat dekat dengannya.
Pada hari ini dalam bacaan Injil dikatakan bahwa ada ibu dan saudara-saudara Yesus mencari Yesus. Kemudian mereka menyuruh orang memanggil Yesus. Orang banyak mengelilingi Yesus dan memberitahukan kepada-Nya bahwa ibu dan saudara-saudara-Nya mencari Dia. Namun jawaban yang diberikan oleh Yesus mengejutkan kita. Ia seakan tidak mengenal ibu dan saudara-Nya sendiri. Orang yang berada di sekeliling Yesus pasti bertanya-tanya mengapa Yesus mengatakan hal yang demikian. Kemudian Ia berkata lagi bahwa Ibu dan saudara-Nya adalah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan dan melaksanakannya.
Perkataan ini mau mengatakan bahwa ikatan ibu dan saudara tak dibatasi oleh relasi jasmani semata. Namun ada relasi yang lebih penting menurut Yesus sendiri yakni hubungan rohani. Ini mau menegaskan bahwa siapa yang mendengarkan dan melaksanakan sabda Allah adalah ibu dan saudara-Nya. Secara tidak langsung, Yesus telah memuji ibu-Nya yakni Maria. Karena Bunda Maria adalah orang yang dengan sungguh-sungguh bukan hanya mendengarkan sabda Allah tapi juga melaksanakannya dengan melahirkan Yesus Kristus yang adalah Sang Sabda yang menjadi manusia.
Melakukan kehendak Allah pasti akan sangat membahagiakan. Ini mesti menjadi pengalaman hidup orang beriman yang dituntun oleh kehendak Allah. Inilah pengalaman dari St. Yosef Freinademetz dan Bunda Maria. Sebab dengan melaksanakan sabda Tuhan mereka percaya bahwa dalam menghadapi pergumulan hidup sehari-hari mereka selalu dikuatkan oleh Allah karena mereka adalah bagian dari keluarga Allah sendiri. Untuk itu dalam kehidupan kita sehari-hari lakukanlah kehendak Tuhan yang menjadi nyata dalam sabda-Nya. Percayalah, bahwa tidak ada perbuatan yang paling membahagiakan selain melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah sendiri.
(Fr. Efrianus Kaka Embu)
“Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus” (Ibr. 10:10).
Marilah Berdoa
Ya Allah, mampukanlah kami untuk selalu melaksanakan kehendak-Mu dalam menjalani kehidupan kami sehari-hari. Amin.











