“Sang Penguasa”: Renungan, Sabtu 26 Januari 2019

0
2277

Hari biasa (H)

Ibr. 9:2-3, 11-14: Mzm. 47:2-3,8-9; Mrk. 3:20-21

Setiap orang memiliki kuasanya masing-masing dalam hidupnya. Kuasa itu pertama-tama ada dalam diri masing-masing orang. Seorang berkuasa untuk mengarahkan hati, pikiran dan perbuatannya pada suatu hal sesuai kehendaknya. Namun tanpa disadari kuasa dalam diri setiap orang itu terkadang salah dimengerti, sehingga menimbulkan perbuatan salah dan dosa di hadapan Allah.

Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita bahwa penguasa yang agung adalah Yesus Kristus. Yesus memiliki kuasa yang datang dari Allah. Dengan kuasa-Nya yang kekal, Yesus menyembuhkan dan menyelamatkan manusia dari salah dan dosa. Manusialah yang melakukan kesalahan, tetapi Kristuslah yang menebus salah dan dosa manusia. Rasul Paulus kepada orang Ibrani menjelaskan bahwa Kristus datang sebagai Imam Besar, membawa darah-Nya untuk dipersembahkan kepada Allah. Dengan darah-Nya yang kekal oleh Roh, Kristus telah menyucikan hati nurani yang sia-sia. Dialah Raja yang berkuasa atas bumi, atas hidup dan mati.

Untuk itu kita perlu bersandar pada Allah, Raja Penguasa bumi. Maka kita akan mampu menguasai diri kita sendiri. Bukan atas kehendak diri sendiri, tapi sesuai kehendak Allah. Mempersembahkan diri kepada Tuhan dengan pertobatan dan berani berkorban bagi Tuhan dan sesama. Bersyukur dan bermazmurlah kepada Tuhan, sebab Dialah yang telah menjamin hidup kita baik di bumi maupun di surga.

                                                                                                (Fr. Phedy Huklubuk)

“Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran” (Mzm. 47:8).

Marilah berdoa:

Ya Allah, sang penguasa kehidupan, bantulah kami untuk mampu menguasai diri kami sebagai anak-anak-Mu yang setia kepada-Mu. Amin.

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini