Hari Biasa Masa Natal (P)
1Yoh. 3:11-21; Mzm. 100:2,3,4,5; Yoh. 1:43-51.
Pada zaman ini banyak orang tidak gampang percaya tentang sesuatu hal yang kebenarannya belum pasti. Namun pada bacaan Injil hari ini Yesus memperlihatkan suatu kepercayaan. Natanael berkata kepada Filipus, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”. Kemudian Filipus memanggil Natanael dan memperlihatkan Yesus kepadanya. Filipus berkata, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya.” Kemudian Natanael berkata kepada Yesus, “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” Setelah Yesus berkata tentang keberadaan Natanael, maka Natanael langsung percaya bahwa Ia adalah Anak Allah Raja Orang Israel.
Bacaan Injil hari mengajak kita untuk menjadi orang yang selalu berjaga-jaga dalam menantikan kedatangan Tuhan, agar kapan saja Tuhan datang kita selalu siap sedia. Karena kedatangan Tuhan ke dunia tidak kita ketahui secara pasti. Natanael yang sebelumnya belum percaya akan kedatangan Tuhan ke dunia menjadi ragu-ragu dengan apa yang diungkapkan Filipus kepadanya. Namun setelah melihat Yesus maka pada saat itu juga ia langsung percaya.
Bacaan hari ini menggambarkan kepada kita manusia zaman sekarang yang hanya mau hidup senang-senang. Karakter seperti ini adalah karakter yang tidak mempunyai tujuan yang jelas. Namun bacaan Injil hari ini mengajak kita agar jangan seperti Natanael yang tidak percaya dengan kehadiran Yesus. Memang sebagai manusia yang mempunyai keterbatasan kita tidak mungkin langsung percaya terhadap sesuatu yang dikatakan tanpa melihatnya. Kita harus belajar dari pengalaman Natanael agar kita menjadi orang yang selalu berjaga-jaga agar pada saat Tuhan datang kita sudah siap sedia.
Kedatangan Tuhan di dunia melambangkan bahwa semua orang yang percaya kepada-Nya akan memperoleh keselamatan dan kehidupan kekal. Dalam Injil Yesus berkata kepada Natanael, “Sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia”. Maka dari itu, kita sebagai manusia yang mempunyai keterbatasan harus selalu berpasrah kepada kerahiman Allah agar kita dapat melihat karya keselamatan yang datang dari Yesus sendiri.
(Fr. Sardianus Salambai)
“Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepelsuan didalmnya” (Yoh. 1:47).
Marilah berdoa:
Tuhan, buatlah kami percaya. Amin.











