“Membarui Diri”: Renungan, Minggu 2 Desember 2018

0
5380

HARI MINGGU ADVEN I (U)

Yer. 33:14-16; Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14; 1Tes. 3:12 – 4:2; Luk. 21:25-28,34-36.

Hari ini Gereja memasuki masa Adven. Masa Adven menandai masa persiapan rohani sebelum merayakan Natal. Masa Adven mempersiapkan kita supaya terarah pada Penebus yang akan datang yakni Yesus Kristus. Namun yang terpenting pada masa ini, Gereja menghidupkan kembali semangat penantian diri kita akan kehadiran Mesias. Merefleksikan akan hal itu, bacaan hari ini menghantar kita pada dua hal:

Pertama, berusaha mengarahkan perhatian pada Dia yang kita nantikan. Dalam Injil, Yesus mengungkapkan di hadapan para murid-Nya tentang kedatangan-Nya. Kedatangan-Nya diungkapkan dengan tanda-tanda yang menakutkan. Namun di balik itu Yesus menunjukkan suatu warta gembira yang terarah pada tujuan akhir hidup manusia.

Bahwa penderitaan dan masalah hidup manusia bukanlah menjadi akhir, tujuan akhir manusia yang dikehendaki Allah yakni memandang kemuliaan dan kuasa Allah. Karena kuasa Allah, kita tidak perlu ragu lagi bila menghadapi segala macam tantangan dan masalah hidup. Berani untuk bangkit dan mengangkat muka kepada Allah menjadi gambaran kesediaan kita pada masa Adven ini untuk mengarahkan kembali hidup kita pada Yesus.

Kedua, berjaga sambil berdoa. Hal ini jelas merupakan hal konkret dari usaha untuk mengarahkan diri pada Yesus. Yesus mengajak kita semua untuk menjaga kesucian diri terhadap berbagai macam hiburan semu seperti, pesta pora, mabuk, dan kepentingan duniawi.

Hidup kita seharusnya terarah pada kemuliaan Allah. Maka Yesus mengingatkan agar kita senantiasa berjaga lewat doa supaya kita terhindar dari segala bentuk godaan dan nafsu duniawi. Perihal berdoa ini, Rasul Paulus menasehati jemaat di Tesalonika untuk senantiasa hidup kudus, artinya menjaga kesucian hidup supaya tidak bercacat ketika menyambut kedatangan-Nya.

Memasuki masa Adven ini kita diajak untuk dapat semakin meningkatkan kualitas hidup rohani. Tujuannya sederhana yakni supaya selama masa Adven ini kita dikuatkan untuk dapat berjaga-jaga dan sanggup memperbaharui diri. Gerakan perubahan inilah yang kiranya dapat diusahakan sebagai bentuk kesediaan diri untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus pada pesta Natal nanti.

(Fr. Angelo Cheryl Tanod)

“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia”

(Luk. 21:36).

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk dapat membarui diri pada masa penantian ini. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini