“Ikutlah Aku”: Renungan, Jumat 30 November 2018.

0
3442

Pesta S. Andreas, Ras (M)

Rm. 10:9-18; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 4: 18-22.

Keputusan untuk melakukan sesuatu selalu dilandasi dengan pengetahuan yang memadai. Pengetahuan menjadi indikator keberhasilan suatu tugas. Demikianlah pengetahuan menjadi kebutuhan dasar dalam mengemban suatu tugas.

Hal berbeda dialami oleh Andreas, Simon Petrus, Yakobus dan Yohanes. Mereka dipanggil dan mengikuti Yesus menjadi penjala manusia bukan pertama-tama karena memiliki pengetahuan yang memadai. Mereka dipanggil untuk  melaksanakan karya Tuhan. Atas panggilan ini, ada beberapa hal penting yang dapat dipetik sebagai sumber kehidupan dalam sabda Tuhan hari ini.

Pertama, penyelenggaran ilahi. Terkadang kita tidak percaya terhadap keputusan untuk mengikuti Yesus dengan segala konsekuensi yang dilakukan oleh para murid. Bahkan ada sikap skeptis atau kesangsian  total terhadap keputusan untuk mengikuti Yesus tanpa pengetahuan dan pengenalan yang lebih.

Tapi hal demikian dapat terjadi karena penyelenggaraan ilahi. Allah menyelenggarakan segala sesuatu sesuai dengan rancangan dan kehendak-Nya. Dari prespektif manusiawi tentu kita tidak percaya. Akan tetapi apabila kita melihat semuanya dengan kaca mata iman, maka kita akan menyadari betapa besar penyelenggaraan ilahi dalam kehidupan manusia.

Kedua, konsekuensi sebuah panggilan. Panggilan dari Yesus merupakan sebuah tantangan sekaligus kebahagiaan. Disebut tantangan karena kerelaan untuk meninggalkan segala sesuatu demi Yesus Kristus. Menjadi pengikut Yesus berarti rela menghadapi pelbagai tantangan yang akan datang menghampirinya. Di sisi lain, orang akan menikmati kebahagiaan kekal karena jaminan kehidupan kekal. Tugas di dunia akan diakhiri dengan kehidupan abadi bersama Tuhan di Surga.

Ketiga, demi keselamatan. Panggilan Yesus merupakan undangan untuk menikmati keselamatan yang dicurahkan melalui diri-Nya. Namun keselamatan itu bukan pertama-tama untuk diri mereka sendiri, tetapi terutama membawa keselamatan kepada semua orang.

Kedua hal terakhir dapat kita amati dalam diri St. Andreas, Rasul yang kita rayakan pestanya hari ini. Dia menunjukkan diri sebagai seorang pengikut yang setia terhadap tugas sampai wafatnya. Sekarang dia sendiri telah berbahagia di Surga. Semua ini dapat terjadi karena penyelenggaraan Ilahi atas dirinya. Mari kita belajar dari diri St. Anderas untuk menjadi pengikut Kristus yang sejati.

(Fr. Amatus Watkaat)

”Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mat. 4:19).

Marilah berdoa:

Tuhan, bantulah aku untuk menjadi penjala manusia yang konsisten. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini