“Keruntuhan”: Renungan, Kamis 29 November 2018

0
2100

Hari biasa (H)

Why.18:1-2, 21-23; 19:1-3,9a; Mzm. 100:2,3,4,5; Luk. 21:20-28.

Apa itu keruntuhan? Keruntuhan artinya roboh karena rusak dan sebagainya. Hal ini erat kaitannya dengan bagunan fisik. Sedangkan pengertian lainnya adalah jatuh ke bawah karena rusak, gugur, dan hancur sama sekali. Lepas dari kontak dengan bangunan fisik pengertian ini juga berkaitan dengan kehidupan manusia. Hal ini ada hubungannya dengan keruntuhan kekuasaan, pertahanan, dan sebagainya.

Yesus dalam Injil hari ini memperingatkan para murid-Nya mengenai runtuhnya kota Yerusalem. “Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat”. Perikop ini merupakan kelanjutan sabda Yesus kepada orang-orang yang terkagum-kagum dengan bangunan fisik Bait Allah, yang suatu waktu akan runtuh. Yesus menegaskan bahwa akan datang waktunya di mana tidak ada batu satu pun akan dibiarkan berdiri di atas batu yang lain. Semuanya akan diruntuhkan.

Keruntuhan Yerusalem merupakan kegenapan sabda itu. Itu terjadi manakala manusia hanya mengagumi hal fisik material dibandingkan hal spiritual. Yesus menegaskan bahwa setiap orang yang berjuang dalam nama Kristus akan diadili dan ditangkap tetapi barangsiapa bertahan hingga kesudahannya akan mendapat selamat.

Dewasa ini orang banyak mengalami keruntuhan, lebih-lebih aspek spiritual dan sosial. Keruntuhan karena terlalu mementingkan diri sendiri. Runtuhnya hidup rohani, dan semata hanya karena kewajiban untuk dilaksanakan. Runtuhnya sikap kepedulian dan cinta kasih, baik antara pasangan suami isteri, maupun orang tua dan anak. Runtuhnya hubungan sosial karena orang terlalu sibuk dengan gadget dan terjebak dalam dunia maya. Runtuhnya nilai-nilai moral sosial karena orang terlalu mementingkan hasrat daripada keluhuran hidup manusia.

Yesus berpesan agar kita tidak jatuh dan terperangkap dalamnya lalu membuat kita runtuh dan hancur. Justru kita diminta untuk menjadi saksi. Saksi yang mewartakan bahwa kehidupan manusia akan berakhir tanpa makna bila orang meruntuhkan kehidupan bersama. Semuanya ini akan menjadi perubahan manakala orang belajar membangun hidup rohani dan sosial yang baik, hingga tidak ada goncangan apapun yang dapat meruntuhkannya.

(Fr. Philipus Rahae)

“Halleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita”

(Why. 19:1b).

Mailah berdoa:

Ya Tuhan, tuntun dan bimbinglah kami agar tidak mengalami keruntuhan iman. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini