“Kekuasaan Tertinggi”: Renungan, Minggu 25 November 2018

0
1812

Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam (P)

Dan. 7:13-14; Mzm. 93: 1ab,1c-2,5; Why. 1:5-8; Yoh. 8:33b-37

Dalam dunia politik, saling beradu program merupakan warna indah untuk merebut satu posisi istimewa. Posisi yang memungkinkan bisa melayani banyak orang. Tentu bukan semata-mata posisi yang menunjukkan kekuasaan, melainkan pelayanan kepada masyarakat luas.

Kekuasaan bisa saja membuat orang sombong dan berbuat semena-mena tetapi hal itu tidak akan bertahan lama. Bacaan hari ini menunjukkan hal yang berbeda. Penglihatan Daniel menunjukkan bahwa kekuasaan Raja yang akan datang adalah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan (Dan.7:14). Adakah yang bisa menandinginya?

Injil hari ini menegaskan bahwa kekuasaan yang tertinggi adalah kekuasaan yang menghantar pada kemerdekaan. Kekuasaan Ilahi yang memerdekakan orang dari dosa. Kekuasaan yang hanya dimiliki oleh Allah. Seberapa pun tingginya kekuasaan manusia tentu tidak bisa menandingi-Nya. Kekuasaan Allah terhadap alam semesta dan segala ciptaan-Nya. Semua ciptaan tunduk kepada-Nya. Kekuasaan yang membebaskan dan bukan menindas. Kekuasaan yang dipenuhi belas kasih karena Dia yang berkuasa adalah kasih.

Itulah kekuasaan dari Allah. Kekuasaan dari Allah yang membebaskan manusia. Kekuasaan yang memerdekakan manusia dari kuasa dosa. Dia yang berkuasa telah merdeka maka yang percaya dan yang diselamatkan adalah orang yang benar-benar merdeka.

Tanggung jawab besar yang harus diemban. Berjuang dan bertahan pada kemerdekaan itu. Setia kepada Allah yang berkuasa atas hidup mati manusia. Hidup manusia ada di tangan-Nya, masihkah kita menjauh dari-Nya? Mencari kedudukan tertinggi dalam hidup. Memang hal itu sah-sah saja asalkan bertumpuh pada kuasa yang Ilahi.

Siapa yang tidak mau dengan posisi yang strategis bahkan posisi tinggi dalam pekerjaan. Banyak yang mengimpikan hal itu. Tetapi perlu disadari bahwa setinggi-tingginya kedudukan yang dimiliki tidak menandingi kedudukan dan kuasa Allah karena kita berada di kuasa-Nya. Sebab Allah adalah Alfa dan Omega, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa (Why.1:8).

Dialah Tuhan kita Yesus Kristus Raja semesta alam. Yang menguasai hidup dan mati kita. Tunduk pada kuasa-Nya dan setia pada perintah-Nya merupakan jalan menuju kebahagiaan surgawi. Jangan pernah ragu!

(Fr. Made Pantyasa)

“Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka” (Yoh. 8:36)

Marilah berdoa:

Ya Raja Semesta Alam, ajarkanlah kami untuk selalu setia pada perintah-perintah-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini