“Berjuanglah!”: Renungan, Rabu 31 Oktober 2018

0
2820

Hari biasa (H)

Ef. 6:1-9; Mzm. 145: 10-11, 12-13ab, 13cd-14; Luk. 13:22-30.

Suatu ketika terjadi kebakaran di bioskop. Para penonton langsung berhamburan keluar menyelamatkan diri. Api berkobar semakin besar sementara pintu yang kecil tak mampu memudahkan banyaknya penonton untuk keluar. Pada akhirnya banyak orang berhasil keluar meski mengalami cedera. Namun, lebih banyak lagi yang tidak dapat keluar dan tewas di dalam bioskop.

Sebagai orang Kristen yang hidup dalam era milenial, hidup dengan rendah hati, lemah lembut dan sabar tidaklah mudah. Budaya instan menjadi cara hidup orang masa kini. Budaya antri atau menunggu dengan sabar dan rendah hati mulai terkikis karena orang berlomba-lomba menjadi yang nomor satu dan paling terdepan. Hal ini membuat orang menjadi egois dan mudah jatuh dalam dosa. Pada gilirannya mereka menjauh dari keselamatan.

Yesus bersabda: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit itu, sebab Aku berkata kepadamu, banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Luk. 13:24). Keselamatan adalah anugerah dari Tuhan, setiap orang diipanggil untuk tujuan itu. Namun panggilan yang datang dari Tuhan membutuhkan tanggapan dari manusia, bukan sekedar bersikap pasif atau pasrah pada rencana Tuhan saja.

Yesus menegaskan bahwa kita harus berjuang! Setiap orang yang menginginkan keselamatan dituntut untuk berjuang agar menerima anugerah keselamatan. Yesus menggambarkan bahwa perjuangan menuju keselamatan ibarat usaha seorang untuk memasuki pintu yang sempit yang tidak mudah untuk dilalui orang.

Melewati jalan yang sempit tak jarang harus saling berebut, saling dorong dan saling sikut. Tentu saja yang terjadi bukan hal mudah dan bahagia melainkan kesengsaraan dan penderitaan. Sehingga dibutuhkan pengorbanan dan semangat juang yang besar untuk melewatinya. Di balik itu, kita akan memperoleh keselamatan yang sesungguhnya datang dari Allah sendiri.

Mgr. Petrus C. Mandagi pernah berkata: “Momentum is given, take or leave it. Sebuah momentum atau kesempatan yang Tuhan berikan tidak datang dua kali.  Apakah kita mampu mengambil momentum itu atau tidak? Mampukah kita berjuang untuk menuju jalan keselamatan?

(Indra Wahani)

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!”  (Luk. 13:24a).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami agar bisa masuk melalui pintu yang sesak supaya dapat masuk ke dalam keabadian bersama-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini