Pesta S. Lukas, PenInj (M).
2Tim. 4:10-17b; Mzm. 145:10-11,12-13ab,17-18; Luk. 10:1-9.
Seseorang yang mengepalai suatu kelompok pasti mempunyai tujuan yang baik guna mengembangkan kelompok tersebut. Dia akan mengarahkan semua anggotanya untuk bekerja keras demi mencapai hasil yang baik dan mempengaruhi semua anggotanya untuk selalu fokus dan tidak terpengaruh oleh situasi yang terjadi di sekitar mereka. Hal ini agar setiap pekerjaan dapat terkontrol.
Pada hari ini dalam Injil Lukas dikisahkan tentang pengutusan tujuh puluh murid oleh Yesus. Suatu kelompok yang cukup besar dimana Yesus bukan hanya sebagai ketua melainkan sebagai inti pewartaan para murid. Bagi Yesus Kerajaan Allah hendaklah diwartakan kepada semua orang. Memang sejak awal Tuhan sendiri tahu bahwa keselamatan bukan hanya milik orang Israel tapi semua anak manusia; Tidak ada satupun anak manusia yang tidak layak menerima belaskasihan untuk mencapai keselamatan. Pengutusan ketujuh puluh murid oleh Tuhan Yesus dalam Injil Lukas menjadi wujud kasih-Nya kepada semua orang.
Tuhan sangat mengharapkan mereka yang diutus ini melakukan tugas mereka dengan semangat pelayanan. Tujuh puluh orang dan semua pesan-Nya yang disampaikan menandakan perutusan ini adalah jawaban dari sesuatu yang mendesak yaitu keselamatan bagi semua orang. Perutusan menjadi sebuah misi yang jelas berat, karena mengatakan sebuah kebenaran membutuhkan keberanian untuk mengalami kesulitan, kegagalan dan bahkan penolakan, namun itulah konsekuensi menjadi murid Kristus.
Pada hari ini bersama Gereja Universal kita memperingati Pesta Santo Lukas Penginjil. Apa yang dapat kita pelajari dari orang kudus ini? Kesetiaan dan ketaatan Santo Lukas kepada Tuhan dalam pewartaan keselamatan itulah yang harus kita miliki pada “zaman now” ini. Sebagai murid Kristus yang setia dan telah menerima pembaptisan hendaklah kita menyadari bahwa kita adalah para pewarta kebenaran untuk keselamatan setiap jiwa di zaman sekarang ini.
Semua murid Kristus zaman now sebenarnya ditantang oleh situasi dunia yang keras. Satu hal yang harus kita buat adalah selalu dekat dengan Tuhan melalui doa, kasih dan ketaatan yang memampukan kita menciptakan kedamaian di mana kita berada. Apabila Yesuslah yang menjadi sahabat dan pemimpin hidup kita, maka kita akan tetap kuat dalam karya dan pelayanan sebagai murid-Nya.
(Fr. Bobi Balia)
“Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala” (Luk. 10:3).
Marilah Berdoa:
Tuhan, sertailah kami selalu sebagai saksi-saksiMu di tengah dunia ini.











