Hari Biasa (H)
Gal. 1:13-24; Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15; Luk. 10:38-42
Melayani sangatlah penting dalam kehidupan. Melayani menjadi keutamaan dalam hidup sosial setiap manusia. Melayani juga merupakan keutamaan Kristiani. Kita sebagai orang Kristen mempunyai tugas untuk melayani sesama dalam kasih dan kebenaran. Misalnya membantu yang membutuhkan dan menolong mereka yang menderita tidak lain adalah bentuk dari pelayanan.
Akan tetapi kita sebagai orang beriman perlu mendasari pelayanan yang dilakukan pada kehendak dan rencana Tuhan. Hal tersebut sungguh-sungguh dibutuhkan supaya pelayanan yang kita lakukan bukan hanya sekedar karya sosial semata.
Hendaklah setiap pelayanan menjadi ekspresi iman akan kasih karunia Allah. Pelayanan menjadi sarana kesaksian akan rahmat Tuhan yang melimpah dalam hidup. Melalui pelayanan hendaknya berkat yang kita terima boleh juga dirasakan oleh orang lain.
Bacaan Injil hari ini menyatakan kepada kita dasar dari setiap pelayanan Kristiani. Bahwa setiap pelayanan Kristiani perlu didasarkan kepada kehendak dan rencana Allah. Untuk memahami rencana dan kehendak Allah pertama-tama kita dituntut untuk “mendengarkan Tuhan”.
Sikap inilah yang persis ditunjukkan oleh Maria ketika Yesus datang mengunjungi Maria dan Marta saudarinya. Maria menujukkan sikap mendasar sebagai orang beriman yakni duduk dan mendengarkan Tuhan.
Marta, saudari Maria, rupanya sibuk dengan melayani. Memang tidak ada yang salah dalam tindakan Marta. Tetapi ia lupa akan sikap mendasar orang beriman, ia terlalu banyak disibukkan dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu, yaitu mendengarkan Tuhan.
Oleh karena itu Santo Paulus sungguh berubah hidupnya kala dia mau mendengarkan Tuhan. “Tetapi waktu ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil; aku oleh kasih karunianya” (Gal. 1:15). Ia yang dahulunya berusaha menganiaya dan membinasakan jemaat diubah oleh Allah menjadi seorang pemberita iman.
Demikianlah segala pelayanan dan tindakan kasih harus didasari oleh kerendahan hati untuk mau mendengarkan Allah terlebih dahulu. Kita mampu memahami rencana dan kehendak Allah kalau kita mau untuk duduk dan mendengarkan Dia. Jika sudah demikian maka rupanya semua pelayanan dan tindakan kasih yang kita buat menjadi sungguh-sungguh ekspresi iman yang hidup akan rahmat dan berkat Tuhan.
(Fr. Reynaldo Yohanes Tirayoh)
“Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya” (Luk. 10:42b)
Marilah berdoa:
Ya Allah, bantulah aku untuk selalu siap sedia duduk dan mendengarkan Dikau. Amin.











