“Para Pekerja Tuhan”: Renungan, Selasa 11 September 2018

0
2932

Hari Biasa (H)

1Kor. 6:1-11; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Luk. 6:12-19

Seorang pengusaha (Bos) yang menjalankan sebuah perusahaan yang besar, tentunya membutuhkan pekerja. Pekerja ini merupakan kumpulan dari beberapa orang atau banyak orang. Pekerja-pekerja ini memiliki peranan yang sangat penting dalam perusahaan. Hal ini dikarenakan proses berjalan tidaknya perusahaan ditentukan oleh para pekerja yang ada.

Para pekerja  adalah juga pemelihara perusahaan, agar perusahaan ini dapat berjalan terus-menerus. Para pekerja ini sangat penting. Karena banyaknya para pekerja, maka sang Bos perusahaan juga harus memilih. Seorang Bos harus memilih beberapa orang yang dipercayainya  untuk diberikan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar daripada para pekerja yang lain.

Ilustrasi di atas menjadi pengantar bagi kita untuk memahami bacaan Injil hari ini, yang berbicara tentang “Yesus Memanggil Kedua Belas Murid”. Setelah Yesus turun dari bukit, Ia memilih kedua belas murid yang disebut para Rasul. Yesus memilih di antara para murid-Nya untuk memberikan kepada mereka suatu tugas dan tanggung jawab yang lebih besar.

Para Rasullah yang menjadi pekerja awal, pewarta iman akan Yesus kepada orang-orang pada zamannya. Iman kita merupakan bangunan yang dibangun atas iman para Rasul. Merekalah yang menjadi pekerja-pekerja Tuhan untuk menjalankan perusahaan (Gereja) dengan memelihara dan menjaga apa yang telah dibangun oleh Yesus sendiri sebagai “Bos”.

Kita juga orang yang percaya akan Yesus merupakan para pekerja dari Gereja. Kita juga memiliki tugas untuk bekerja, memelihara dan menjaga iman kita. Melihara dan menjaga Gereja bukan berarti berkaitan dengan hal-hal fisik. Kita memelihara dan menjaga Gereja dengan menghidupi apa yang diajarkan Yesus kepada kita. Salah satu yang diangkat yakni doa. Karena Yesus sendiri berdoa. “Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.” Sebelum Yesus memilih para murid, Ia berdoa kepada Bapa-Nya.

Apa yang mau diungkapkan? Yakni doa tidak bisa terlepas dari hidup Yesus. Tindakan Yesus inilah yang sangat penting bagi para murid-murid-Nya. Doa harus menjadi bagian dari hidup para Rasul. Hendaknya kita sebagai “Pekerja Tuhan”, selalu menyiapkan diri untuk menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab kita. Dan doa, sebagaimana diteladankan Yesus, mesti bagian dari hidup kita.

(Fr. Hanny Ering)

 “Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah (Luk. 6:12).”

Marilah berdoa:

Tuhan, jadikanlah aku murid-Mu yang setia. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini