“Teladan Maria”: Renungan, Sabtu 8 September 2018

0
3390

Pesta Kelahiran SP Maria (P)

Mi. 5:1-4a atau Rm. 8:28-30; Mzm. 13:6ab,6cd; Mat. 1:1-16,18-23 (Mat. 1:18-23)

Umumnya, pesta kelahiran hanya dirayakan untuk orang yang masih hidup. Jika orang masih tetap merayakan pesta kelahiran orang yang sudah meninggal, pastilah orang itu sangat istimewa. Demikian pun Santa Perawan Maria. Maria adalah seorang tokoh perempuan yang paling istimewa di dunia. Keistimewaan Maria membuat ia tetap hidup di hati umat Katolik, Namanya senantiasa diingat dan bantuannya selalu diminta.

Hari ini Gereja merayakan kelahiran Santa Perawan Maria. Hari ini adalah hari istimewa dimana kita semua bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena Ia memilih Maria sebagai Bunda Yesus Kristus Penebus kita.

Berbicara tentang kelahiran seseorang, umumnya yang ingin diketahui orang ialah kisah hidupnya. Menurut Proto-Injil Yakobus, Maria adalah anak Yoakim dan Anna. Kisah kelahiran Maria sangat mirip dengan kisah kelahiran Samuel (bdk. 1Sam 1:1-28). Maria merupakan jawaban Allah terhadap doa permohonan Yoakim dan Anna di usia tuanya. Sama seperti Elkana dan Hana yang mempersembahkan Samuel kepada Allah melalui imam Eli di Bait Allah, sesuai nazar mereka, demikian pula Yoakim dan Anna mempersembahkan Maria kepada Allah melalui imam Zakharia di Bait Allah sesuai dengan nazar mereka.

Maria tinggal di Bait Allah di bawah didikan imam Zakharia sejak umur 3 tahun sampai umur 12 tahun, yaitu saat ia resmi ditunangkan dengan Yusuf. Dalam Proto-Injil Yakobus, pertunangan Maria dan Yusuf terjadi atas kehendak Allah. Saat itu imam Zakharia berdoa kepada Allah di ruang mahakudus memohon petunjuk Allah mengenai calon tunangan Maria. Atas kehendak Allah, seekor burung merpati terbang keluar dari tongkat Yusuf dan bersinar di atas kepala Yusuf.

Berdasarkan petunjuk itu, Zakharia mempertunangkan Maria dengan Yusuf. Setelah diadakan upacara pertunangan resmi, Yusuf membawa Maria ke rumahnya, sedangkan ia sendiri pergi menyelesaikan proyek bangunannya selama 4 tahun. Setelah Yusuf pulang kembali ke rumah, ia mendapati Maria sudah mengandung 6 bulan, sehingga ia menuduh Maria telah berbuat serong. Akan tetapi, lewat teguran dalam mimpi oleh malaikat Gabriel dan melalui pembuktian dalam upacara ritual dengan meminum air penghukuman, Yusuf akhirnya mendapat kepastian bahwa Maria sama sekali tidak bersalah. Karena itu ia tetap memilih menjadi suami yang baik bagi Maria. Maria mengandung dan melahirkan Yesus di usia 16 tahun.

Yoakim dan Anna namanya menjadi besar karena Maria, dan Maria menjadi besar dan sangat istimewa karena Yesus Kristus. Maria menjadi istimewa karena Allah berkenan melibatkan Maria dan Maria pun bersedia dan taat pada rencana keselamatan Allah dalam diri Yesus Kristus. Tuhan kita Yesus Kristus telah menempatkan Maria menjadi ibu kita, menjadi Bunda Gereja, menjadi teladan sejati dalam mengikuti Tuhan Yesus.

Maria telah memberikan teladan kepada kita semua bagaimana harus bersikap dalam hidup yaitu dengan merenungkan firman Allah dan melaksanakannya dengan setia serta selalu berserah pada rencana Allah dalam hidup kita.

(Fr. Jerry Torrebellaz)

“Allah menyertai kita” (Mat. 1:23).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, jadikanlah Maria sebagai teladan semangat hidup kami. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini