Hari Biasa Pekan VII Paskah (P).
Kis. 19:1-8; Mzm. 68:2-3.4-5ac.6-7ab; Yoh. 16:29-33
Satu waktu, ada seorang pendaki gunung yang mendaki puncak tertinggi dengan semangat dan tekad yang kuat. Selama pendakian, ia menghadapi medan yang sulit, cuaca yang tidak menentu, dan berbagai rintangan yang menguji ketahanan dan keberaniannya. Namun, meskipun menghadapi tantangan yang besar, ia terus maju dengan keyakinan bahwa di puncak gunung itu, ada pemandangan yang indah dan kepuasan yang luar biasa.
Dalam bacaan pertama, kita melihat bagaimana murid-murid di Efesus mengalami perubahan yang luar biasa setelah menerima baptisan Roh Kudus. Mereka seperti pendaki gunung yang menghadapi tantangan dan perjalanan yang penuh dengan ketidakpastian. Namun, ketika mereka menerima baptisan dalam nama Yesus Kristus, Roh Kudus turun atas mereka dan mereka diberi kekuatan baru dan keyakinan yang mendalam bahwa Tuhan selalu menyertai mereka dalam setiap langkah perjalanan hidup mereka. Dalam Injil, murid-murid Yesus menyatakan keyakinan mereka bahwa mereka telah mengenal Yesus dan percaya bahwa Dia berasal dari Allah. Namun, Yesus memberi tahu mereka bahwa waktunya akan datang ketika mereka akan tersebar dan meninggalkanNya sendirian. Meskipun demikian, Yesus memberi mereka janji bahwa melalui-Nya, mereka akan menemukan ketenangan di tengah kesulitan dan penderitaan.
Bacaan hari ini mengajak kita untuk melihat kehidupan sebagai sebuah perjalanan yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian. Seperti pendaki gunung yang tidak menyerah meskipun menghadapi rintangan, kita juga dipanggil untuk tetap bertahan dan berjalan dengan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyertai kita dalam setiap langkah perjalanan kita. Paskah mengingatkan kita bahwa di balik kematian Kristus, ada kebangkitan dan kemenangan atas dunia. Oleh karena itu, marilah kita hidup dengan keberanian dan ketenangan, menemukan kekuatan dan penghiburan dalam Kristus, dan menjalani setiap langkah hidup kita dengan keyakinan bahwa di puncak perjalanan itu, kita akan menemukan kepuasan dan sukacita yang sejati.
(Fr. Risky Johanes Sarayar)
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan, berilah kami keteguhan iman di tengah badai. Jadikan kami saksi kasih-Mu dalam dunia yang penuh tantangan. Amin.











