“Bermegah dalam Tuhan”: Renungan, Sabtu 1 September 2018

0
3051

Hari Biasa (H)

1Kor. 1:26-31; Mzm. 33:12-13,18-19,20-21; Mat. 25:14-30

Popularitas menjadi sebuah tawaran yang sungguh menggiurkan banyak orang. Ingin dikenal, ingin dihargai, ingin disanjung, menjadi suatu impian. Padahal sejatinya popularitas bukanlah suatu kemenangan dan jaminan keselamatan hidup.

Penginjil Matius mengisahkan bagaimana Yesus mengumpamakan Kerajaan Surga. Seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, ia memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka supaya dikembangkan. Jumlah yang diberikan tidaklah sama dan merata. Masing-masing menurut kemampuan dan bakat.

Perumpamaan ini mau menunjukkan bagaimana orang harus mengembangkan apa yang telah diberikan Tuhan dan berbuat seturut dengan kehendak-Nya. Anak Manusia akan segera pergi dan meninggalkan murid-murid-Nya. Sebab itu Ia memberi tanggung jawab kepada mereka untuk segera memulai misi-Nya.

Satu talenta adalah jumlah uang yang sangat besar, jumlahnya setara enam ribu dinar. Sehingga betapa mulia dan berharganya kuasa yang diberikan Allah tersebut. Bakat yang besar menuntut pula tanggung jawab yang lebih besar.

Orang pertama dan orang kedua yang menerima lima talenta dan dua talenta, telah melaksanakan perintah tuannya. Mereka telah berjuang dan menghasilkan buah berlimpah. Ganjaran yang mereka terima adalah pujian dan mereka dipanggil masuk dalam kebahagiaan bersama tuannya.

Sementara orang ketiga yang menerima satu talenta, tidak melaksanakan perintah Tuhan. Ia malah menimbunnya dalam tanah. Ia begitu pesimis dengan karunia yang diterima dan dipercayakan kepadanya. Tak heran bila tuannya mengambil kepunyaannya dan mencampakkan dia ke dalam kegelapan yang penuh dengan ratapan dan kertak gigi.

Semua orang yang dipanggil dan dipercayakan tanggung jawab memiliki waktu yang cukup untuk mengembangkan talenta. Pada gilirannya nanti, yakni pada hari penghakiman, masing-masing orang akan diadili menurut perbuatannya.

Maka, betapa berharga dan luhurlah tindakan orang yang mengembangkan karunia yang dipercayakan Allah. Sebaliknya adalah suatu kebodohan dan penyesalan ketika orang hanya menimbun dalam-dalam karunia Allah itu.

Rasul Paulus menegaskan, Allah memanggil kamu bukan dari kelebihanmu. Bukan karena kamu bijak dan berpengaruh. Bukan karena kamu terpandang dan populer. Tetapi karena kamu berharga dimata-Nya. Karena itu kamu dipanggil supaya menunjukkan kepada dunia, bahwa Allah sendirilah yang berkuasa atas alam semesta.

Ia yang telah mempercayakan karunia-Nya kepadamu, Ia sendirilah yang memberi keselamatan bagimu. Supaya kamu mengerti bahwa keselamatan tidak dapat diraih orang dengan kemampuannya sendiri. Melainkan hanya dalam Tuhanlah kita dapat selamat. Maka, hendaklah kamu bermegah dalam Tuhan.

(Fr. Yanto Christoforus Kansil)

“Barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan” (1 Kor. 1:31)

Marilah berdoa:

Tuhan, tolonglah aku supaya bermegah dalam nama-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini