Hari Biasa Pekan V Prapaskah (U)
BcE Kej. 17:3-9; Mzm. 105:4-5,6-7,8-9; Yoh. 8:51-59.
Saudara terkasih, setiap orang mungkin pernah berada pada pengalaman ditolak, tidak diakui, tidak dianggap, difitnah, atau sebaliknya pernah menolak orang lain yang datang meminta bantuan, tidak mengakui hal-hal baik orang lain, tidak menganggap orang lain dan sebagainya.
Nabi Yeremia dalam bacaan pertama dikisahkan harus mengalami penderitaan dan ancaman ketika menjalankan tugas perutusan Tuhan untuk menyerukan pertobatan. Namun ia selalu sabar dan tetap teguh menghadapi kesusahan yang ia alami. Dengan penuh keyakinan Ia mempercayakan diri dan perutusannya, pada penyelenggaraan Tuhan dengan mengatakan “Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah”.
Pengalaman serupa juga dialami Yesus sebagaimana dikisahkan dalam bacaan Injil hari ini. Orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu karena terusik oleh perkataan Yesus yang menyamakan dirinya dengan Allah. Perkataan itu dianggap sebagai suatu penghujatan kepada Allah. Semua perbuatan dan pekerjaan baik Yesus dalam mewartakan kebenaran pun tidak dianggap dan diakui.
Demikian mata hati kaum Yahudi menjadi tertutup dan buta. Iman kaum Yahudi tidak sampai pada pemahaman akan Allah yang sungguh bekerja dalam diri Yesus melalui karya dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka tidak mampu melihat dan menemukan misteri Allah dalam hidup mereka. Meski demikian, Yesus dengan tekad yang besar terus mengajak orang Yahudi agar dapat memahami misteri Allah dalam hidup hingga memiliki iman yang teguh akan Allah.
Saudara terkasih, di masa prapaskah ini, keteguhan iman Nabi Yeremia dan ajakan Yesus terhadap kaum Yahudi terus digaungkan bagi setiap orang hingga saat ini. Satu pesan bagi kita umat beriman ialah tetap memiliki iman yang teguh akan Allah dengan melakukan banyak kebaikan, kebenaran dan keadilan serta terus berbelaskasih satu terhadap yang lain. Karena dengan itu semua setiap orang dapat mengalami sukacita dan kebahagiaan.
Fr. Geren Mawikere
“Percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa”(Yoh. 10:38).
Marilah berdoa:
Tuhan, kuatkanlah imanku akan Dikau. Amin.











