Hari Biasa (H)
Yak. 1:1-11; Mzm. 119:67,68,71,72,75,76; Mrk. 8:11-13.
Saudara yang terkasih, seringkali kita sebagai manusia biasa mendapatkan berbagai macam cobaan. Pelbagai macam cobaan yang kita hadapi itu, kadang membuat kita bertanya dalam hati apakah cobaan ini merupakan hukuman dari Tuhan atas diri kita. Bahkan seringkali ketika kita menghadapi pelbagai macam cobaan, kita meminta tanda dari Tuhan sebagai bentuk cintaNya kepada kita.
Dalam bacaan pertama, Rasul Yakobus berbicara tentang menghadapi cobaan dan ujian dengan sukacita dan kebijaksanaan. Ia mengatakan bahwa ketika seseorang menghadapi cobaan, ia harus meminta hikmat dari Allah. “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.” Sementara bacaan Injil menceritakan tentang orang-orang Farisi yang datang kepada Yesus untuk mencobai-Nya dan meminta tanda dari pada-Nya yakni suatu tanda dari surga. Tetapi Yesus menolak untuk memberikan tanda kepada mereka dan pergi meninggalkan mereka.
Bacaan-bacaan di atas, sebenarnya mau berbicara mengenai ujian, iman, dan kebijaksanaan. Itu berarti dalam menghadapi ujian dan cobaan dalam kehidupan, kita harus mencari hikmat dan iman yang datang dari Allah. Kita harus menyadari bahwa menghadapi ujian dan cobaan dengan iman dan kebijaksanaan, sambil mencari bimbingan dan hikmat dari Allah, merupakan sesuatu yang sangat penting dalam hidup kita. Bukan hanya sekedar mencari tanda atau bukti untuk kepentingan pribadi. Jangan sampai kita terjebak hanya karena memuaskan hasrat kita dengan cara-cara yang instan.
Tuhan telah memberikan banyak tanda dalam kehidupan ini. Salah satunya adalah Ia rela untuk dihukum, disiksa, bahkan rela dipaku di kayu salib demi menebus dosa-dosa kita semua. Itulah tanda bahwa Yesus yang kita imani sungguh-sungguh mencintai kita. Sehingga kita tidak perlu lagi meminta tanda dari Tuhan, tetapi yang kita butuhkan ialah hikmat kebijaksaan dan iman kita akan Yesus Kristus.
(Fr. Rifaldo Ulag)
“Mengapa Angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda” (Mrk. 8:12b).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, anugerahkanlah setiap orang hikmat dan kebijaksanaan, untuk semakin mengenal Engkau sumber segala kehidupan. Amin











