“BERUBAH DAN BERBUAH!” Renungan, Kamis 25 Januari 2024

0
1034

Pesta Bertobanya St. Paulus Rasul (P)

Kis. 22:3-16; atau; Kis. 9:1-22; Mzm. 117:1-2; Mrk. 16:15-18

Dalam hidup ada orang yang mau merubah pribadinya agar diterima oleh lingkungannya. Perubahan itu biasanya menyangkut sikap, perilaku, maupun penampilannya. Segala usahanya itu sekali lagi ia buat untuk dapat diakui lingkungan sekitarnya.

Hal di atas dapat menjadi pengingat bagi setiap orang, bahwa pribadi yang tidak baik dapat menimbulkan keresahan dan penolakan di lingkungan sekitarnya. Jika orang itu tidak mau mengalami perubahan atau transformasi diri, maka hidupnya akan mengalami penolakan terus-menerus. Penolakan itu dapat membelenggu manusia dan menimbulkan keputusasaan, sehingga ia bisa jatuh dalam kegelapan dunia.  Alhasil, tindakan buruk selalu dibuatnya karena merasa nyaman dalam kegelapan itu.

Bacaan hari ini menunjukkan kehidupan Paulus yang dulu dipenuhi dengan kegelapan. Paulus sendiri disebut Saulus dengan identitas yang melekat padanya yakni sebagai pengancam dan pengincar murid-murid Yesus. Betapa sulitnya zaman para Rasul. Mereka selalu diincar dan diancam akan dibunuh oleh banyak anti-Kristus. Paulus juga sangat berkobar-kobar hatinya meminta surat kuasa menangkap mereka yang mengikuti Jalan Tuhan.

Kuasa Allah begitu besar. Dengan imannya, akhirnya Paulus keluar dari kegelapan hidupnya dan dimurnikan dengan bantuan kuasa Allah. Waktu Paulus mendapatkan pencerahan itu, dia mulai membuka dirinya agar kehendak-kehendak baik dari Allah dapat merasukinya, sehingga kegelapan yang dulu menyelimutinya dapat berubah menjadi terang.

Kita pun pasti memiliki pengalaman sama dengan Paulus yang pernah diselimuti kegelapan. Tetapi apakah kita juga mau berubah seperti Paulus? Kemanusiaan kita sering kali membuat diri sulit melihat terang itu. Karena terlalu nyaman dalam kegelapan, kita mungkin tidak sadar ketika berada di lingkaran kegelapan itu sendiri. Kegelapan itu membuat hati kita tertutup.

Paulus memperlihatkan bagaimana dia membuka dirinya agar bisa bertransformasi secara total, dan mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah. Hal ini sejalan dengan pesan Injil hari ini bahwa setelah menerima baptisan sebagai tanda keselamatan, kita pun semakin dimampukan menjadi pewarta terang bagi sesama.

Cobalah kita sedikit membuka hati, agar perlahan-lahan terang itu masuk sampai menerangi diri kita. Dengan demikian, kita pun dapat berbuah dan berpartisipasi dalam karya keselamatan Allah.

(Fr. Dionesius Pasalin)

“… Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Mrk. 16:15)

 

Marilah Berdoa:

Tuhan, tuntunlah aku agar dapat berubah dan berbuah. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini