“PERCAYA”: Renungan, Rabu 27 Desember 2023

0
752

Pesta S. Yohanes, RasPenInj (P)

Hari ketiga dalam Oktaf Natal

1 Yoh. 1: 1-4; Mzr. 97: 1-2, 5-6, 11-12; Yoh. 20: 2-8

Pada hari ini Gereja Universal merayakan pesta St. Yohanes Rasul, Pengarang Injil. Yohanes adalah salah satu dari kedua belas murid yang sangat dikasihi oleh Yesus. Dia adalah sosok yang sangat penting dalam Gereja karena peranannya dalam penulisan injil. Ia menyajikan dengan sangat rinci seluruh peristiwa penting dalam kehidupan Yesus dan ajaranNya.

Hari ini kita pun diajak oleh Yohanes untuk memberi kesaksian yang benar tentang Yesus yang adalah Firman hidup yang bangkit dari antara orang mati. Para murid adalah bukti saksi iman yang menyaksikan dan memberikan kesaksian yang benar mengenai kebangkitan Yesus. Kesaksian mereka sangat nyata karena mereka sendirilah yang menyaksikanperistiwa kebangkitan itu. Ketika mereka menyaksikan semuanya maka mereka memberi kesaksian yang benar bahwa Yesus sudah bangkit sebagaimana yang pernah Ia katakan kepada para murid bahwa Ia akan dibangkitkan pada hari ketiga.

Dalam bacaan pertama, Yohanes memberi kesaksian tentang Firman hidup yang adalah Yesus sendiri. Dialah yang hadir bersama-sama dengan manusia dengan mengambil rupa hamba dan menjadi sama seperti kita kecuali dalam hal dosa. Dia pun mengalami sengsara, wafat,  dimakamkan, dan dibangkitkan pada hari ketiga. Semua yang sungguh nyata inilah yang ingin diberitakan kepada semua orang agar percaya dan diselamatkan oleh Allah. Dalam bacaan Injil, Penginjil Yohanes mengisahkan bahwa: “Maka masuklah murid yang lain, yang lebih dahulu sampai dikubur itu dan dia melihatnya dan percaya”.

Di sini kita diajak untuk percaya akan apa yang diwartakan oleh para rasul, karena pewartaan dari para rasullah yang menjadi pokok iman kita semua. Sering kali kita dihadapkan dengan pertanyaan apakah benar Yesus dibangkitkan. Untuk menjawab dan menyikapi pertanyaan ini maka diharapkan supaya kita mendengar dan percaya akan pewartaan para Rasul karena mereka sendirilah yang menyaksikan dan merasakan apa yang diperbuat oleh Yesus semasa hidup-Nya hingga kematian dan kebangkitan-Nya. Ketika kita mendengar dan percaya akan pewartaan para Rasul maka kita juga akan percaya akan kebangkitan Yesus yang mereka wartakan. Kepercayaan ini menuntut kita untuk memberikan kesaksian penuh iman dan sukacita lewat perkataan yang benar dan perbuatan yang baik dalam hidup kita.

Fr. Marko Ngilawan

“Maka masuklah murid yang lain, yang lebih dahulu sampai dikubur itu dan dia melihatnya dan percaya” (Yoh. 20: 8).

Marilah berdoa:

Ya Allah, sadarkanlah dan mampukanlah kami umat untuk selalu percaya kepada PuteraMu Yesus Kristus. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini