Hari Minggu Biasa XXXII (H).
Keb. 6: 13-17; Mzm. 63:23-4,5-6,7-8; 1 Tes. 4:13-18 atau 1 Tes 4:13-18; Mat. 25:1-13.
Pepatah “sedia payung sebelum hujan” mengajarkan kita untuk melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum sesuatu hal terjadi. Hal ini berarti bahwa kita sebaiknya bersiap-siap sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi, sehingga kita dapat mengatasinya dengan lebih baik ketika situasi tersebut muncul.
Bacaan Injil hari ini mengajarkan pentingnya sikap berjaga-jaga. Kisah tentang sepuluh gadis memperlihatkan perbedaan antara yang bijaksana dan yang kurang bijaksana dalam persiapan mereka. Kelima gadis bijaksana membawa pelita dan minyak, sementara kelima gadis bodoh hanya membawa pelita. Ketika mempelai tiba, gadis-gadis bijaksana yang bersiap dengan baik masuk bersamanya ke dalam ruang perjamuan, sementara gadis-gadis bodoh yang tidak siap harus pergi mencari minyak dan akhirnya tidak dikenal oleh mempelai saat mereka kembali. Kisah ini mengingatkan kita untuk selalu bersiap-sedia menyongsong Kerajaan Surga dengan bijaksana, karena sikap berjaga-jaga kita akan memengaruhi nasib kita di masa depan.
Realitas saat ini sungguh memprihatinkan. Seringkali kita terjebak dalam urusan duniawi. Akibatnya, aspek spiritual sering kali terabaikan. Contohnya, kita sering sibuk mengejar kekayaan, status sosial, pesta pora, perjudian, perzinaan, dan tidak peduli terhadap penderitaan orang lain. Perumpamaan tentang gadis lima gadis dan bijaksana seharusnya mengingatkan kita akan pentingnya menjalani kehidupan yang memiliki dimensi rohani.
Perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus tentang sepuluh gadis ini mengajak kita untuk tidak hanya fokus pada kebutuhan materi, tetapi juga peduli terhadap kehidupan spiritual kita. Kita tidak pernah tahu kapan kedatangan Kristus akan terjadi, oleh karena itu kita perlu selalu waspada dan menguatkan iman kita melalui doa. Dengan cara ini, kita akan siap menghadapi kedatangan-Nya tanpa terkejut, dan kita berharap dapat merasakan kebahagiaan dalam kehidupan saat ini serta bersatu dengan Bapa di Surga di masa depan.
(Fr. Wandilinus Gleko)
“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya”
(Mat. 25:13)
Marilah berdoa:
Tuhan, berkatilah kami agar dapat hidup dengan bijaksana dan mampu mengamalkan kasihMu dalam kehidupan kami setiap hari. Amin











