“IMAN DAN PELAYANAN”: Renungan, Jumat 22 September 2023

0
1299

Hari Biasa (H)

1Tim. 6:2c-12; Mzm. 49:6-7,8-9,17-18-20; Luk. 8:1-3.

Dalam kehidupan menggereja, secara sadar atau tidak sadar, peranan perempuan sungguh luar biasa. Seringkali kali kita lihat banyak perempuan yang selalu siap melayani Tuhan melalui pekerjaan dan profesinya entah sebagai biarawati, guru agama, katekis, seksi liturgi, kostor, dan mereka yang mungkin memberikan diri dengan sukarela untuk Gereja dan Tuhan.  Berbagai peran perempuan di atas coba dilukiskan dalam Injil hari ini sebagai perempuan-perempuan yang melayani Yesus seperti; Maria Magdalena yang dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, dan perempuan lainnya yang ikut disembuhkan oleh Yesus. Mereka adalah perempuan-perempuan yang datang dari latar belakang peristiwa yang berbeda-beda untuk melayani Yesus.

Sesuai tradisi Yahudi, seorang perempuan tidak boleh bergaul dan bekerja dengan pria yang bukan keluarganya, apalagi bepergian dengan mereka. Tradisi yang demikian jelas tidak ditentang oleh Yesus bukan dengan kata-kata melainkan tindakanNya, yakni dengan mengizinkan dan mengikutsertakan para perempuan itu dalam tugas dan pelayananNya. Keikutsertaan mereka tentu dengan satu alasan yang sangat jelas, bukan dengan paksaan melainkan dengan iman yang besar. Perempuan-perempuan yang telah disembuhkan dari segala macam penyakitnya ini, sungguh-sungguh mengimani Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Sebagai sebuah tanda terima kasih, para perempuan itu dengan tulus hati bersedia melayani Yesus dan para muridNya, baik dengan jasa mereka maupun dengan materi yang mereka miliki tanpa pamrih.

Melalui Injil hari ini, kita pun kembali diingatkan bahwa berkat Allah itu selalu dicurahkan pada pribadi kita masing-masing. Berkat dan rahmat dari Allah inilah yang mestinya kita sadari sebagai wujud cinta kasihNya pada kita. Sehingga, kita kemudian semakin menguatkan dan memperteguh iman kita padaNya.  Dan dengan iman yang sama, dapat membantu kita untuk mampu melanjutkan tugas yang diberikan Tuhan untuk melayaniNya dan sesama kita dengan tulus hati dan ikhlas. Semoga, kita sebagai umat beriman semakin menyadari rahmat yang Tuhan berikan kepada kita, agar rahmat itu dapat menjadi berkat bagi kita maupun orang lain.

(Fr. Slivin Batlayeri)

“… Perempuan-Perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.” (Mat. 8:3).

Marilah Beroda:

Ya Allah teguhkanlah iman kami agar kami mampu melayani Dikau dan sesama kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini