“AMPUNILAH SESAMAMU”: Renungan, Kamis 15 Juni 2023

0
951

Hari biasa (H)

2Kor. 3:15-4:1,3-6; Mzm. 85:9ab-10,11-12, 13-14; Mat. 5:20-26

Manusia memiliki kemampuan untuk berpikir dan bertindak dalam melakukan hal apa saja. Entah berpikir tentang yang baik, maupun berpikir tentang yang jahat. Sehingga, orang bisa berasumsi bahwa segala hal yang baik dan buruk bersumber dari manusia, sebab dia yang merencanakan hal tersebut. Sebagai orang yang beriman, ketika kita melakukan kebaikan hendaknya kita bersyukur. Namun, ketika kita terjerumus ke dalam perbuatan jahat hendaknya kita bertobat dan mohon pengampunan dari Tuhan dan sesama.

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk merenungkan makna pengampunan. Mengampuni mudah untuk diucapkan tetapi berat untuk dilakukan. Namun bila dilakukan, kita akan memperoleh damai dan ketenangan dalam hati. Dalam Injil, Tuhan Yesus mengajak kita supaya mengampuni sesama. Kita tidak seenaknya mengatakan orang lain kafir dan jahil. Kita mesti menjadi berkat bagi orang lain. Bukan menjadi batu sandungan bagi orang lain, seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang suka menganggap diri paling baik. Mereka ini suka menjatuhkan orang lemah dan berdosa sehingga orang-orang kecil dipinggirkan.

Tuhan mengajak kita untuk menjadi cahaya bagi orang lain. Siapa yang menganggap diri paling benar ia tidak layak masuk dalam kerajaan surga. Maka ketika hendak mempersembahkan sesuatu dan mengingat bahwa telah melakukan kesalahan kepada sesama, maka tinggalkan persembahanmu itu, kemudian kembali untuk mencari sahabatmu dan saling memaafkan. Inilah nasihat Tuhan untuk kita lakukan. Sebab, tidak baik mempersembahkan sesuatu namun hati kita masih terikat dengan masalah. Tuhan mengajak kita untuk mengampuni orang lain agar musuh kita juga tidak jatuh dalam dosa yang sama.

Pengampunan harus didasari dengan kesadaran diri yang total. Hati dan pikiran harus selaras untuk bisa mengampuni seseorang dengan sungguh-sungguh. Tak bisa dipungkiri bahwa memang mengampuni seseorang itu sulit untuk dilakukan. Apalagi sahabat kita sendiri yang melakukan kesalahan kepada kita. Namun kita harus ingat, Allah adalah Mahapengampun. Masakan kita sebagai orang yang percaya kepadaNya, tak bisa melakukan pengampunan kepada sesama kita. Pengampunan itu penting untuk kehidupan orang beriman. Dan, kita sebagai orang beriman, pasti bisa melakukannya.

(Fr. Simon Materay)

“…pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu…”(Mat. 5:24)

Marilah Berdoa:

Tuhan, bantulah kami untuk bisa mengampuni sesama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini