Hari Biasa (H)
Tob. 11:5-14; Mzm 146:1,2abc,7,8-9a,9bc-10; Mrk. 12:35-37
Dalam menjalani kehidupan ini, kita terkadang mengabaikan hal-hal yang sederhana demi sesuatu yang lebih berharga. Mungkin itu karena bentuknya yang biasa-biasa saja atau karena sesuatu yang tidak bernilai secara materi. Ini mau menunjukkan bahwa dalam kehidupan yang ada ini banyak orang lebih mengejar sesuatu yang mempunyai nilai secara materi, karena bagi mereka hal tersebut dapat memberikan kebahagiaan dan juga membawa mereka pada keselamatan dalam hidup ini.
Hal ini nampak dengan sangat jelas dalam bacaan-bacaan hari ini. Dalam bacaan pertama, dikisahkan bagaimana Tobia mengobati mata ayahnya, dengan menggunakan empedu ikan. “Kata Rafael kepadanya: Aku yakin bahwa mata ayahmu akan dibuka. Sapukanlah empedu ikan itu kepada matanya.” Empedu ikan merupakan sesuatu yang tidak bernilai secara materi dan bahkan itu merupakan sesuatu yang tidak berarti. Namun dari sesuatu yang tidak berarti ini, memberikan suatu pemulihan dan kesembuhan kepada Tobit yang buta. Dengan empedu ikan itu, maka Tobit kemudian dapat melihat kembali. Hal yang sama juga diungkapkan dalam bacaan Injil hari ini. Sebagai penyelamat, Yesus tidak menunjukkan identitas diriNya secara terang-terang kepada semua orang. Ia menunjukkan diriNya sebagai orang yang sederhana. HubunganNya dengan Daud merupakan suatu tanggung jawab yang diterima dari Yusuf ayahnya. Namun dalam diri Yesus keselamatan menjadi nyata. Yesus menjadi Juru Selamat yang sejati dalam kehidupan kita yang mampu membantu dan menolong kita dalam menjalani kehidupan ini.
Terkadang kita selalu berpikir bahwa untuk mencapai suatu keselamatan dan kebahagiaan dalam hidup ini berdasarkan materi ataupun hal-hal yang sungguh berharga dan bernilai secara materi. Hari ini kita disadarkan bahwa kebahagiaan dan keselamatan dalam hidup ini tidak selalu bergantung pada sesuatu yang sungguh amat bernilai dan berharga. Namun dalam hal-hal yang kecil, sederhana dan tidak terpandang dan juga tidak mempunyai kedudukan dapat memberikan kebahagiaan dan bahkan dapat memberikan keselamatan kepada kita semua dalam hidup ini. Janganlah mengabaikan hal-hal kecil dalam hidup ini, karena terkadang apa yang tidak bernilai dan terpandang dalam kehidupan ini dapat sangat berarti dalam kehidupan kita semua.
(Redaksi)
“Daud sendiri menyebut Dia Tuannya bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” (Mrk. 12:37a)
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan, bimbinglah kami untuk selalu mengandalkan kasihMu dalam menjalani kehidupan kami. Amin











