“BERTAKWA KEPADA TUHAN”: Renungan, Senin 5 Juni 2023

0
1569

PW S. Bonefasius, Usk dan Mrt (M)

Tb. 1:1a,2a,3; 2:1b-8; Mzm.112:1-2,2-3,4-5; Mrk 12:1-12.

Bacaan-bacaan pada hari ini hendak menegaskan kepada kita bahwa sebagai pengikutNya, tindakan takwa kepada Allah adalah tindakan seorang pengikut Kristus yang sejati. Tobit menjadi salah satu tokoh representatif yang menunjukkan tindakan takwa yang luar biasa kepada Allah. Tobit adalah seorang yang hidup dalam kebenaran dan kesalehan serta melakukan banyak tindakan kebajikan kepada banyak orang. Kata pemazmur pada hari ini bahwa orang yang betakwa kepada Allah akan mendapat kebahagiaan yang besar, mereka akan dipenuhi sukacita turun-temurun. Itulah mengapa dalam kitab Tobit, Tobit beserta keturunanNya dipandang dihadapan Allah.

Dalam bacaan Injil kita mendengar kisah tentang seseorang yang menyewakan kebun anggurnya kepada penggarap-penggarap karena ia akan pergi ke negeri lain. Akan tetapi, ketika tiba musimnya, ia kemudian mengutus hamba-hamba dan anaknya untuk menerima sebagian hasil namun semuanya berakhir naas yakni dibunuh oleh penggarap-penggarap. Akhirnya sang pemilik yang akan datang dan membinasakan mereka. Penggarap-penggarap itu tidak lain adalah para ahli-ahli Taurat, imam-imam kepala dan tua-tua.

Kita melihat bahwa ada perbedaan yang sangat besar antara Tobit yang sungguh-sungguh hidup dalam ketakwaan kepada Tuhan dibandingkan dengan para ahli Taurat, imam-imam kepala dan tua-tua yang hidup bertolak belakang dari Tobit.

Dan sesungguhnya pada hari ini, Yesus menegur kita tentang bahaya yang akan menimpa hidup kita jikalau kita tidak hidup sesuai dengan perintah Allah. Bahwa Tuhan Allah akan datang dan membinasakan kita orang-orang yang berdosa dan sering kali menentang perintah-perintahNya. Tuhan mau agar kita dapat mengambil bagian dalam pekerjaan di ladangNya. Namun, kita harus menjadi orang yang jujur dalam bekerja dan mengikuti apa yang menjadi perintah dari sang pemilik.

Apabila kita ingin dan mau mengambil bagian dalam karya Tuhan membutuhkan ketakwaan dan ketakutan kepada Tuhan. Karena hanya dengan demikian kita menjadi manusia yang mengenakan identitas sebagai pengikut Kristus yang sejati. Ketakutan kepada Tuhan membantu kita untuk selalu mengarahkan diri dan siap menjadi alat yang dikehendaki olehNya. Dan ketakwaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kita untuk selalu mengetahui dan melaksanakan kehendakNya bagi kita. Semoga kita semua selalu berada dalam rasa takut kepada Tuhan dan bertakwa hanya kepadaNya.

(Fr. Givilier Tethool)

“Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.” (Mazmur 112:1)

Doa:

Tuhan berkatilah kami agar dapat bekerja dengan penuh semangat di ladangMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini