Hari biasa pekan VII Paskah (P)
Kis. 22:30;23:6-11; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; Yoh. 17:20-26
Pengenalan yang baik dan benar akan sesuatu dapat membantu kita untuk menentukan pilihan-pilihan yang tepat. Tanpa pengenalan dan pengetahuan, kita mudah terjatuh ke dalam kesalahan dan kekeliruan untuk memilih. Kebanyakan orang seringkali baru sadar akan kesalahannya ketika ia telah memilih. Akibatnya ialah timbul marah, kecewa dan putus asa bahkan hingga salah arah. Beberapa waktu lalu seorang sahabat saya membeli sebuah laptop baru. Ia tampak sangat bahagia. Ia menceritakan bahwa laptop yang dibelinya merupakan laptop keluaran terbaru dan memiliki beberapa keunggulan dengan harga yang terjangkau. Namun ketika saya mememeriksanya, ternyata sahabat saya ditipu dengan teknik marketing. Laptop tersebut hanyalah laptop second (laptop bekas) yang dipoles bagian luarnya sehingga menjadi bagus. Selain itu, laptop tersebut merupakan laptop ‘di bawah standar’ yang tidak memiliki keunggulan seperti yang disebutkan. Dalam hal ini, kurang pengenalan dan pengetahuan yang baik dan benar mengenai spesifikasi laptop membuatnya gampang ditipu dan diperdaya.
Bacaan-bacaan hari ini hendak mengingatkan kita akan pentingya sebuah pengenalan. Dalam perjamuan terakhir-Nya bersama para murid, Yesus mendoakan para murid dan semua orang yang telah mengenal-Nya agar tetap Bersatu. Yesus menghendaki agar para murid-Nya menjadi satu, sama seperti Bapa di dalam Yesus dan Yesus di dalam Bapa. Tetapi lebih dari pada itu, hal yang penting ialah bahwa Yesus mendoakan agar pengenalan akan Yesus dan Bapa-Nya ini diwartakan kepada semua orang. Bacaan pertama mengisahkan tentang keberanian Paulus dalam mewartakan berita keselamatan meskipun diperhadapkan dengan berbagai masalah. Pengenalan yang benar akan Yesus dan kasih Bapalah yang mendorongnya untuk tidak gentar menghadapi pencobaan demi mewartakan kabar sukacita bahkan hingga ke Roma. Sebab Paulus tahu akan ganjaran yang akan diterimanya. Paulus tahu bahwa ketika ia melaksanakan kehendak Bapa, Tuhan akan selalu menjaga dan melindunginya.
Bacaan-bacaan di atas dapat memberikan inspirasi kepada kita pada hari ini. Kita secara umum “telah” mempunyai pengenalan akan Allah melalui pewartaan iman dalam bentuk katekese-katekese. Pengenalan ini akan menjadi sumber keselamatan kepada kita ketika kita mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Pengaplikasiannya ialah melalui perbuatan kita. Ketika kita telah mengetahui yang baik, maka hendaklah kita melakukannya. Sebab melalui pengenalan yang dikomposisikan dalam perbuatan, kita akan memperoleh keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus.
(Fr. Valen Helyanan)
“Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yoh. 17:25)
Marilah berdoa:
Bapa yang mahamurah, berkatilah dan bimbinglah kami untuk dapat mengenal kasih-Mu secara lebih baik. Agar kami boleh merasakan kasih-Mu sepanjang hidup kami. Amin.











