“KUDUS ITU NYATA”: Renungan, Rabu 24 Mei 2023

0
1315
kalender liturgi

Hari Biasa Pekan VII Paskah (P)

Kis. 20:28-38; Mzm 68:29-30, 33-35a, 35b-36c; Yoh. 17:11b-19.

Berdoa merupakan bagian penting dalam hidup orang beriman. Tanpa doa, iman menjadi kering dan lemah. Untuk itu, orang selalu diminta untuk berdoa dan saling mendoakan satu sama lain.

Bacaan Injil hari ini berbicara tentang doa Yesus kepada Bapa untuk murid-muridNya. Rasanya aneh bahwa Yesus yang adalah Kristus berdoa kepada Bapa. Namun perlu diingat bahwa pada dasarnya Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Selain kodratNya sebagai Allah, Yesus juga mengambil kodrat sebagai manusia dengan menjelma menjadi manusia. Ketika Yesus berdoa kepada Bapa, Dia berdoa dengan kodratNya sebagai manusia. Yesus sebagai Imam Agung tidak pernah memilah-milah siapa yang harus didoakan. Meskipun para murid memiliki kelemahan, sampai ada yang mengkhianatiNya. Yesus tak gentar mendoakan mereka semua. Melalui doaNya, ada tiga poin penting yang hendak disampaikan Yesus kepada kita umat beriman.

Pertama, permohonan Yesus kepada Bapa untuk memelihara para murid supaya mereka menjadi satu. Sebagaimana Yesus dan Bapa adalah satu.  Yesus menyediakan ruang bagi para murid untuk terus berkembang meskipun para murid berasal dari kalangan yang tak sama dan berbeda. Yesus menginginkan supaya perbedaan yang ada menjadi kekuatan bagi para murid untuk terus bersatu atas dasar cinta. Kedua, Yesus memohon kepada Bapa supaya melindungi para murid dari segala yang jahat.  Maksud Yesus supaya para murid tidak binasa karena hal duniawi, melainkan supaya mereka beroleh keselamatan dan kehidupan kekal. Ketiga, Yesus berdoa kepada Bapa supaya para murid dapat dikuduskan dalam kebenaran. Hal ini menjadi pokok doa Yesus untuk para murid supaya mereka dikhususkan bagi Allah. Sehingga dalam tugas perutusan ke tengah-tengah dunia, mereka juga menjadi teladan dan contoh bagi umat manusia untuk tetap hidup dalam kebenaran.

Bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kita akan kasih Allah kepada setiap orang. Doa Yesus untuk para muridNya, hendaknya menyadarkan kita bahwa kita adalah manusia lemah dan fana yang mudah jatuh dalam pencobaan. Seperti amarah, egois, iri hati, benci, dan dendam. Untuk itu, sikap Yesus terhadap para murid menjadi contoh bagi kita supaya saling mendoakan, memelihara, menjaga, dan menguduskan diri kita dan sesama. Sebab doa adalah sarana menuju kekudusan.

 (Fr. Gerren Maweikere)

Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; FirmanMu adalah kebenaran” (Yoh. 17:17)

Marilah Berdoa:

Ya Bapa, buatlah kami menjadi kudus. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini