“SATU BUAH DARI PERPISAHAN”: Renungan, Sabtu 20 Mei 2023

0
1174

Hari Biasa Pekan VI Paskah (P).

Kis. 18:23-28; Mzm. 47:2-3, 8-9,10; Yoh. 16:23b-28.

Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Mintalah berarti kita meminta sesuatu dengan harapan agar apa yang kita minta dapat kita peroleh atau dapat terjadi dalam kehidupan kita nantinya.

Ketika sepasang remaja (laki-laki dan perempuan) sedang menjalani hubungan pacaran, di situlah keduanya akan saling membuat komitmen akan terus bersama sampai kapan pun dan meminta kepada pasangannya agar tidak ada kata perpisahan dalam hubungan mereka. Namun, perpisahan adalah sesuatu yang tidak bisa kita tebak kapan itu akan terjadi. Perpisahan juga adalah sesuatu yang sangat tidak mudah untuk diterima karena menyakitkan hati, oleh karena itu setiap manusia menghindari kata perpisahan. Namun, tak jarang dengan perpisahan yang terjadi tanpa ada perkara akan meninggalkan sebuah kenangan yang indah dan penuh pelajaran, dan tak jarang pula dari perpisahan itu setiap pribadi akan saling meminta agar meninggalkan sesuatu sebagai sebuah tanda cinta kasih.

Injil hari ini berbicara tentang wejangan Yesus sebelum berpisah dengan para murid. Yesus menyuruh para murid untuk meminta sesuatu kepada-Nya, “Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku”. Para murid sangat mengasihi Yesus, sehingga dalam situasi seperti itu, para murid akan mengatakan, “kita tidak boleh berpisah”. Perpisahan dengan orang yang kita kasihi adalah suatu kejadian yang menyakitkan hati. Itulah yang dirasakan oleh para murid Yesus. Perpisahan akan menimbulkan ruang dan jarak. Oleh karena perpisahan itu tidak bisa dihindarkan, maka para murid meminta agar kasihNya tetap tinggal. Yesus menegaskan bahwa, karena para murid percaya bahwa Yesus berasal dari Bapa, maka kasih itu akan senantiasa ada. Walaupun mereka akan berpisah.

Sukacita yang penuh kepada Allah akan membuat kita memperoleh kuasa kasih, kuasa kasih itu merupakan kuasa yang dianugerahkan kepada kita yang meminta dengan penuh kerendahan hati dan berserah secara total kepada Allah. Kuasa kasih yang kita peroleh dapat kita wartakan agar seluruh umat manusia dapat merasakan kasih Allah dalam kehidupan mereka.

(Fr. Cristefillius Rembaen)

“Sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku…” (Yoh. 16:27)

 

Marilah Berdoa:

Bapa, anugerahkanlah kasih kepada kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini