“BERIMAN YANG BENAR”: Renungan, Senin 17 April 2023

0
1136

Hari biasa Pekan II Paskah

Kis. 4:23-31; Mzm. 2:1-3,4-6, 7-9; Yoh. 3:1-8          

Saudara terkasih, Nikodemus adalah orang Yahudi yang terkenal kaya dan sangat patuh pada hukum taurat. Karena alasan inilah ia menemui Yesus pada malam hari karena takut dilihat orang. Maksud Nikodemus berjumpa dengan Yesus agar ia mengenal Yesus lebih dekat karena ia tahu bahwa Yesus adalah seorang utusan Allah, Rabi yang mengadakan mukjizat-mukjizat. Namun Yesus tidak ingin Nikodemus mengenal-Nya sebatas demikian. Yesus menarik Nikodemus dalam lingkaran yang membuatnya mengimani Yesus sebagai Putra Allah sehingga ia dapat lahir baru dalam iman akan Yesus Kristus. Oleh karena alasan inilah Yesus berbicara tentang kelahiran baru.

Kelahiran baru yang dimaksudkan disini adalah bukan tentang kelahiran biologis seperti yang dimengerti oleh Nikodemus. Yang dimaksudkan Yesus tentang kelahiran baru disini adalah lahir dalam Roh. Gambaran kelahiran dalam Roh ini persisnya diperoleh ketika pembaptisan. Singkatnya menjadi manusia baru berarti hidup benar dalam iman akan Yesus Kristus. Hidup baru Nikodemus dimulai ketika ia membela Yesus dihadapan orang Farisi (Yoh. 7:50-52) dan ikut ambil bagian dalam penguburan Yesus (Yoh. 19:39).

Lantas seperti apa hidup baru itu? Hidup baru dalam iman dimulai dari bagaimana cara beriman. Semakin dewasa pengertian kita tentang Yesus semakin baik bahkan mampu menjelaskannya. Hal itu mungkin saja, karena mempelajari atau membaca buku-buku ahli Kitab Suci dan teologi.  Ini sangat membantu dalam cara beriman, tetapi tidak cukup bagi hidup baru dalam iman. Kita sudah berkembang dalam pengetahuan tetapi belum dalam hal iman. Berkembang dalam iman atau dalam bahasa injil hari ini hidup baru dalam Roh harus dimulai seperti Nikodemus. Tidak boleh mengenal-Nya sebatas kata orang atau kata buku-buku teologi tetapi kita harus dari pengalaman pribadi dengannya. Konsekuensi dari pengalaman itu adalah menjadi orang yang setia mematuhi hukum Allah dan mampu menjadi saksi-Nya.

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk melihat lebih dalam tentang iman kita akan Yesus. Mungkin selama ini kita hanya mengenal-Nya dari pelajaran, kata orang, kata pastor atau kata para teolog dalam buku-buku mereka. Selain mengenal, kita juga harus beriman, yang dimulai dari pengalaman perjumpaan pribadi dengan Yesus, sehingga kita mengenal-Nya secara person, bukan sebatas dari pelajaran atau dari buku-buku teologi. Sudahkan anda memiliki pengalaman pribadi dengan Yesus??

(Fr. Alfredo L. Ngutra)

“Aku berkata kepadamu sesungguhnya jika orang tidak dilahirkan dari air  dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah” (Yoh. 3:5)

Marilah berdoa:

Ya Allah bantulah kami agar semakin mampu mengimani-Mu secara pribadi dalam hidup kami. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini