“HUKUM SEBAGAI BUKTI CINTA ALLAH”: Renungan, Rabu 15 Maret 2023

0
1882

Hari Biasa Pekan III Prapaskah (U).

Ul. 4:1, 5-9; Mzm. 147:12-13,15-16,19-20; Mat. 5:17-19

Dunia zaman sekarang banyak diliputi dengan hukum dan peraturan. Tujuan dibuatnya hukum dan peraturan tersebut yakni supaya setiap orang dapat hidup teratur, tertib, dan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan dan diinginkan oleh semua orang.

Bacaan-bacaan hari ini secara khusus berbicara mengenai hukum dan peraturan. Dalam bacaan Injil, Yesus dengan jelas sangat menekankan mengenai pentingnya hukum bagi kehidupan manusia. Yesus dengan tegas mengatakan bahwa kedatangan-Nya di dunia ini bukan serta-merta untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi sesungguhnya untuk menggenapinya. Hukum dibuat untuk dijalankan dan bukan hanya sekadar didengar dan kemudian diabaikan.

Dalam bacaan pertama, hidup menurut hukum yang ditetapkan oleh Musa menjadi syarat utama bagi bangsa Israel untuk bisa masuk dan menduduki tanah terjanji. Ini artinya, hidup sesuai hukum dan peraturan menjadi suatu kewajiban utama bagi setiap umat Allah.

Yesus mengajarkan kepada kita untuk dapat memahami, menghayati serta mengajarkan hukum dalam keutuhan-nya. Artinya bahwa apa yang didengar, itulah yang diajarkan, sehingga kabar keselamatan bisa diwartakan dan sampai kepada seluruh umat manusia. Apabila hidup kita sesuai dengan hukum yang adalah landasan bagi hidup umat Allah, maka kita pun telah menimba kekayaan yang dijanjikan Allah dalam hidup kita. Kita kelak akan menduduki tempat yang layak dalam Kerajaan Surga. Hal ini jelas dikatakan di dalam bacaan Injil hari ini: “tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah Hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi dalam Kerajaan Surga”.

Gereja pun memiliki berbagai hukum dalam hidup menggereja. Hukum tersebut dibuat agar kita mempunyai panduan dalam hidup kristiani kita. Hukum Taurat pada zaman Yesus maupun Gereja saat ini merupakan bukti Cinta Allah pada kita umat-Nya, tetapi yang menjadi persoalan di sini ialah bagaimana cara dan sikap kita menanggapi hukum tersebut? Apakah kita sudah menanggapi hukum dengan sikap yang benar sesuai yang diajarkan oleh Yesus? Atau, Apakah kita taat pada hukum karena kita benar-benar sadar akan adanya cinta Allah yang besar bagi kita? Apakah kita ke Gereja setiap hari Minggu atau melakukan pertobatan hanya karena suatu kewajiban, ataukah suatu kerinduan besar dalam diri kita?

(Fr. Blasius Helyanan)

“Siapa yang melakukan dan mengajarkan perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga”. (Mat. 5:19)

 

Marilah Berdoa:

Tuhan ajarilah kami untuk sungguh-sungguh hidup bercermin pada hukum dan perintah-perintahMu. Amin. 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini