Hari Biasa Masa Natal (P)
1Yoh. 2:29 – 3:6; Mzm. 98:1, 3cd-4,5-6; Yoh. 1:29-34
Sepatuntya kita manusia berseru “Kasih karunia Tuhan telah dinyatakan kepada kami dan menjadikan kami anak-anak Allah”. Dalam Perjanjian Baru hubungan manusia dan Allah lebih dalam, tidak hanya sebatas tuan dan hamba tetapi Bapa dan anak. Relasi ini dimungkinkan karena kasih karunia Allah yang tercurahkan dalam diri Yesus Kristus Putera Tunggal. Dia (Yesus Kristus) diutus oleh Bapa ke dunia; lahir dan hidup di tengah-tengah manusia, wafat dan bangkit untuk menyelamatkan manusia. Itulah kebenaran tentang Yesus Kristus Anak Allah. Berkat Dia kita telah ditebus dari dosa, martabat kita dibaharui menjadi anak-anak Allah. Anugerah ini sangat istimewa bagi manusia, namun mata hati kita tertutup bagi kebenaran itu.
Hati manusia seringkali tertutup untuk melihat kebenaran bahwa Yesus adalah Putera Allah yang diutus oleh Allah Bapa untuk keselamatan manusia. Manusia lebih terikat pada hal-hal duniawi yang membuat orang terjeremus dalam dosa. Dosa merupakan pelanggaran hukum Allah, faktor utama penghalang manusia melihat kebenaran itu, memutuskan relasi manusia dan Allah. Kendati demikian selalu ada pengampunan yang ditawarkan oleh Allah. Allah tidak hanya sebatas menawarkan kepada manusia pengampunan, tetapi Allah berinisiatif mengadakan pengampunan dosa kepada manusia melalui Yesus Kristus. Hal ini diungkapkan Yohanes Pembaptis tentang Yesus “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia”. Yohanes hanya menegaskan bahwa dia hanya membaptis dengan air, namun Dia yang akan datang akan membaptis dengan Roh Kudus. Sungguh ini kelimpahan bagi manusia. Namun yang terjadi orang-orang tidak mengerti tentang kesaksian itu. Mengapa? Karena mereka yang mendengar ini tidak mengenal Dia.
Pada awalnya orang-orang yang mendengar kesaksian tentang Yesus tidak mengenal Dia, bahkan Yohanes juga tidak mengenal Dia. Namun oleh karena firman Allah Yohanes mengenal-Nya. Karena itu kita yang mendengar firman Allah hari ini telah mengetahui kebenaran tentang Yesus. Orang yang beriman akan mengakui bahwa Yesus adalah Putera Allah. Jika kita mengakui Dia maka kita akan hidup di dalam Dia. Hidup dalam Yesus berarti kita mengambil bagian dalam hidup Yesus, tidak berbuat dosa lagi, diri kita disucikan seperti Dia yang adalah suci. Konsekuensi hidup di dalam Yesus adalah martabat kita diangkat menjadi anak-anak Allah. Karena itu hiduplah dalam kebenaran! Hiduplah selayaknya anak-anak Allah! Dengan demikian setiap perkataan dan perbuatan kita selalu menampilkan kebaikan dan kebenaran dalam hidup menggereja dan hidup masyarakat.
(Fr. Romi Lermatan)
“Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya” (1Yoh 2:29)
DOA:
Ya Tuhan kuatkanlah dalam segala pencobaan duniawi dan kurniakanlah kepada kami Roh cinta kasih-Mu. Supaya kami dapat menjadi anak-anak Allah yang benar.











