“Menjadi Percaya” : Renungan Selasa, 27 Desember  2022

0
1015

Pesta S. Yohanes, RasPenInj (P)

Hari Ketiga dalam Oktaf Natal E Kem PrefNat

BcE 1Yoh.1:1-4; Mzm. 97:1-2,5-6,11-12; Yoh. 20:2-8

Hari ini Gereja Katolik merayakan pesta St. Yohanes Rasul. Dalam kalangan para murid Yesus, Rasul Yohanes mendapatkan tempat yang istimewa bersama dengan Petrus dan Yakobus. Rasul Yohanes adalah juga murid yang dikasihi oleh Yesus. Selain itu, peranan penting yang dilakukan oleh Rasul Yohanes adalah kesaksiannya lewat Injil akan Firman yang telah menjadi manusia, yang dilahirkan ke dunia, yang kita rayakan pada Hari Raya Natal.

Injil hari ini mengisahkan bagaimana tanggapan atau reaksi dua murid yang menerima berita dari Maria Magdalena setelah mengetahui bahwa batu yang menutup makam Yesus telah diambil dan Yesus telah diambil pula oleh orang dari kubur. Mendengar hal itu, Petrus dan murid yang dikasihi oleh Yesus segera berlari pergi ke kubur. Sesampai di kubur, Petrus dan murid yang dikasihi oleh Yesus masuk sampai ke dalam dan menyaksikan bahwa Yesus benar-benar sudah tidak ada lagi. Melihat hal itu, murid yang dikasihi oleh Yesus menjadi percaya.

Kabar Maria Magdalena kepada Petrus dan murid yang dikasihi oleh Yesus merupakan kabar yang dapat menimbulkan kecemasan. Kemudian, tindakan dari Petrus yang begitu teliti melihat keadaan makam dapat menjawab apa yang menjadi kecemasan Maria Magdalena bahwa Yesus tidak dicuri. Akan tetapi, hanya murid yang dikasihi oleh Yesus yang langsung menjadi percaya ketika ia masuk juga ke dalam makam. Kasih Yesus memberikan kepada murid yang dikasihi-Nya hati yang percaya akan kebangkitan Yesus.

Lewat pesta St. Yohanes Rasul dan terlebih lewat ini hari ini, kita dapat belajar dari murid yang dikasihi oleh Yesus, yang diidentifikasi sebagai Yohanes. Tanpa melihat adanya penampakan dari Tuhan yang telah wafat dan bangkit, ia langsung menjadi percaya bahwa Yesus sungguh-sungguh bangkit. Demikian kita pun dapat belajar, meski kita tidak secara langsung melihat Yesus yang bangkit dan juga tidak melihat penampakan Tuhan, tetapi dengan iman dan memohon kasih dari Yesus serta bantuan dari kesaksian Injil, kita dapat memiliki hati yang percaya. Kita percaya bahwa Yesus yang sungguh Allah telah lahir ke dunia menjadi manusia, telah wafat dan bangkit.

(Fr. Valentino Pandelaki)

“Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya” (Mzm. 13:6).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bukakanlah hati kami agar kami dapat semakin percaya akan kasih-Mu kepada kami semua. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini