Hari Biasa (H)
BcE Ams. 3:27-34; Mzm. 15:2-3ab, 3cd-4ab,5; Luk. 8:16-18
Dahulu orang menggunakan obor atau pelita untuk menerangi rumah mereka saat malam. Sekarang orang menggunakan listrik sebagai penerang di malam hari. Tujuannya untuk memberi cahaya atau terang bagi seisi rumah mereka. Melalui terang, mereka dapat melihat dengan jelas dunia dan kenyataannya serta melakukan segala sesuatu tanpa takut dan ragu. Itulah mengapa seringkali kita jumpai dalam hidup, orang-orang bekerja atau beraktifitas selalu di siang hari. Kendati itu malam, mereka selalu membutuhkan benda penerang agar pekerjaan mereka dapat berjalan lancar. Karena itu terang selalu disebut sebagai salah satu sumber hidup bagi manusia.
Bacaan-bacaan hari ini juga menegaskan betapa penting terang bagi hidup setiap orang. Namun terang yang dimaksudkan harus dimengerti dalam konteks iman kepada Kristus. Dalam bacaan Injil dikisahkan perumpamaan tentang pelita. Dikatakan bahwa tidak ada orang yang menyalakan lampu, lalu menutupnya dengan tempayan atau meletakkannya di bawah kaki dian, melainkan meletakkannya di atas kaki dian supaya dapat menerangi sehingga setiap orang yang masuk dapat melihat. Melalui cahaya itu orang dapat melihat segala sesuatu, bahkan yang tersembunyi sekali pun. Yang tersembunyi itu adalah perbuatan dosa yang kita lakukan dalam hidup.
Dosa yang kita buat pun beragam, sehingga membuat kita terkadang sulit untuk mengakuinya. Bahkan beberapa dosa, kita berusaha untuk sembunyikan sehingga tidak diketahui orang. Namun Tuhan sendiri menyatakan, “Tidak ada sesuatu yang tersembunyi tidak dinyatakan dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak diketahui” (Luk. 8:17). Kata-kata ini mengajak kita untuk mau datang kepada Tuhan, menyatakan bahwa kita adalah orang berdosa, yang bersedia menerima Yesus Kristus sebagai terang hidup. Karena itu orang yang hidup dalam terang Yesus adalah orang yang mampu untuk melakukan perbuatan baik sebagaimana dikatakan dalam kitab Amsal. Perbuatan baik itu antara lain, tidak merampas hak milik orang lain, membantu orang tanpa mempertimbangkan untung atau rugi, tidak merencanakan kejahatan, mencintai sesama manusia, tidak iri dan selalu rendah hati. Dengan melakukan perbuatan baik tersebut, kita akan memenuhi undangan Tuhan untuk datang kepada-Nya, sebagaimana dikatakan oleh pemazmur dalam bacaan pertama.
Dengan demikian kita semua diajak untuk menjadikan Yesus sebagai terang hidup. Yang menuntun kita untuk selalu bertumbuh dalam iman yang benar dengan berbuat baik kepada siapa saja.
(Fr. Karlos Tutratan)
“Tidak ada sesuatu yang tersembunyi tidak dinyatakan dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak diketahui” (Luk. 8:17).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, tuntunlah kami menjadikan-Mu sebagai terang hidup. Amin











