Pw SP Maria Berdukacita (P)
Ibr. 5:7-9; Mzm 31:2-3a, 3b-4, 5-6, 15-16, 20; Yoh. 19:25-27 atau Luk. 2:33-35
Bacaan-bacaan yang kita dengarkan hari ini mengisahkan tentang ketaatan yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus dan Bunda Maria. Bacaan pertama dari surat kepada orang Ibrani menceritakan tentang ketaatan Yesus kepada Bapa yang dinyatakan dalam penderitaan dan wafat-Nya di kayu salib. Sedangkan dalam bacaan Injil, penginjil Yohanes menceritakan tentang ketaatan Bunda Maria yang mengikuti dan mendampingi Yesus dalam penderitaan dan wafat-Nya di salib, serta taat juga dalam mendengar dan melaksanakan perkataan Yesus Kristus.
Saudara-i yang terkasih, dalam surat kepada orang Ibrani dikatakan bahwa Kristus telah belajar menjadi taat dan Ia menjadi pokok keselamatan abadi. “Sekalipun Anak Allah, Yesus telah belajar menjadi taat; yaitu penderitaan-Nya. Dan sesudah mencapai kesempurnaan, Ia menjadi pokok keselamatan bagi semua orang yang taat kepada-Nya”. Ketaatan Yesus inilah yang membawa kita semua kepada keselamatan abadi yang dijanjikan Allah kepada umat-Nya. Hal yang sama ditunjukkan oleh Bunda Maria yang oleh ketaatannya kepada Allah Bapa maka keselamatan dapat kita alami dan rasakan dalam dunia. Dalam injil Yohanes dikatakan bahwa atas cinta dan ketaatannya kepada Allah dan Putranya Yesus Kristus, ia rela menanggung penderitaan bersama dengan Putranya sampai akhir wafat Yesus di salib. Ketaannya tidak sampai di situ. Ia dengan cinta yang besar mendengarkan dan melaksanakan perkataan Yesus Kristus. Karena itulah Maria menjadi ibu Yesus dan juga ibu kita semua serta teladan bagi kita semua. Berkatalah Yesus kepada Ibu-Nya, “Ibu, inilah, anakmu! Kemudian kepada murid-Nya, inilah, ibumu!”.
Saudara-i terkasih, dalam dunia sekaarang ini sulit bagi kita untuk menemukan umat manusia yang hidup taat dalam iman dan kasih kepada Yesus Kristus. Mungkin sebagian dari kita dalam dirinya ada kehendak untuk taat kepada Kristus, namun digoyahkan oleh berbagai macam cobaan yang dijumpai dan dialami dalam hidup. Dalam hal ini penderitaan dan rasa sakit seringkali menjadi batu sandungan bagi kita untuk tidak taat kepada-Nya. Realitas menunjukkan bahwa, kita sering kali juga mudah berpaling dari Kristus karena tergiur dengan kebahagiaan duniawi berupa harta kekayaan, jabatan, status dan lain sebagainya.
Nah hari ini kita semua disadarkan dan diajak untuk kembali berpaling kepada Kristus. Teladan yang ditujukan oleh Kristus bersama dengan Bunda Maria mengajak kita semua untuk mau belajar taat kepada Kristus Yesus sebagai pokok keselamatan kita. Jika ketaatan itu dapat kita hidupi dan wujudkan lewat hal-hal sederhana seperti dalam kasih, menghargai dan menolong sesama sebagai bentuk nyata dari perwujudan firman dan kehendak Allah, dengan demikian kita semua yang taat kepada Kristus Yesus akan memperoleh keselamatan abadi di dalam-Nya.
(Fr. Robertus Batseran)
“Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu”
Marialah berdoa:
Ya Allah, ajarkanlah kami untuk taat kepada-Mu dan tuntunlah kami agar hidup seturut teladan Bunda Maria bersama Putera-Mu Yesus Kristus. Amin.











