“Maria: Hawa yang baru”: Renungan, Kamis 8 September 2022

0
1534

Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria (P)

BcE Mik. 5:1-4a atau Rm. 8:28-2o; Mzm. 13:6ab,6cd; Mat. 1:1-16,18-23 (panjang) atau Mat. 1:18-23 (pendek)

Hari ini, Gereja Katolik merayakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Santa Perawan Maria adalah perempuan yang dipilih Allah untuk melahirkan Sang Imanuel “Allah Menyertai Kita”. Sehubungan dengan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria, pada tanggal 8 Desember 1854, Gereja melalui Paus Pius IX memproklamirkan Dogma Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda (Ineffabilis Deus). Adapun yang menjadi dasar atau alasan Bunda Maria dikandung tanpa noda adalah ia mendapatkan peran istimewa untuk melahirkan Sang Juru Selamat, Yesus Kristus.

Bacaan-bacaan hari ini tidak menceritakan tentang kelahiran Bunda Maria. Namun, kita semua dapat melihat kaitannya dengan peran Maria dalam karya keselamatan umat manusia, yakni nubuat akan kelahiran Sang Imanuel. Mikha bernubuat bahwa pada saatnya ada seorang perempuan yang akan mengandung dan melahirkan seorang Putera yang akan memerintah dan menggembalakan umat Israel dengan kekuatan Tuhan (Mik. 5:2-3). Siapa perempuan itu? Dia adalah Santa Perawan Maria, “Hawa yang baru”. Ia berperan berdampingan dengan Kristus sebagai “Adam yang baru”.

Santo Irenaeus mengatakan: “Ikatan yang disebabkan oleh ketidak-taatan Hawa telah diuraikan karena ketaatan Maria” sehingga maut yang didatangkan oleh Hawa, tetapi hidup oleh Maria. Dengan kata lain, apa yang telah diikat oleh Hawa karena ia tidak percaya, telah dilepaskan oleh perawan Maria karena imannya.

Dalam bacaan Injil, Matius menegaskan peran Maria sesungguhnya, bahwa dari semula ia telah disiapkan oleh Allah untuk menjadi Bunda Allah Putera. Bahwasanya, Maria akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan akan menamai Dia Imanuel: Allah menyertai kita. Maria telah disiapkan oleh Allah untuk mengandung Sang Putera agar karya penebusan manusia dapat terlaksana. Kehendak Allah ini diterima oleh Maria dengan imannya kepada Allah. Ia membuka dan menyerahkan dirinya bagi rahmat Allah sehingga karya penebusan manusia dapat terjadi.

Lantas, kita sebagai pengikut Kristus, hal apa yang kita dapat teladani dari peran Maria yang istimewa itu? Bunda Maria mengajak kita untuk senantiasa percaya kepada Allah. Allah mengasihi kita semua sepertia Ia mengasihi Bunda Maria dan Putera-Nya, Yesus Kristus. Allah takkan kekurangan suatu pun. Ia memberikan kita kebaikan yang terbesar dan kehidupan berlimpah dalam Yesus Kristus. Kegembiraan dan kebahagiaan tak akan berakhir bersama Allah.

(Fr. Michael M. Kewo)

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”-yang berarti: Allah menyertai kita” (Mat. 1:23).

 

Marilah berdoa:

Ya Allah, kuatlah hati kami dengan rahmat Roh kudus-Mu agar kami mampu melaksanakan kehendak-Mu yang telah Engkau percayakan kami. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini