“Mengikuti Yesus” : Renungan, Kamis 1 September 2022

0
1237

Hari Biasa (H)

BcE 1Kor. 3:18-23; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 5:1-11

Ketika kita hendak mengikuti sesuatu, kita akan fokus dan mengarahkan diri pada apa yang kita ikuti tersebut. Misalnya, apabila kita hendak melangkah maju bersama dengan perempuan yang kita sukai atau cintai, maka kita harus meninggalkan segala sesuatu yang dapat merusak hubungan kita dengan perempuan itu, seperti sifat/perilaku buruk. Kemudian kita mulai mengarahkan diri kita pada hal yang baik, sehingga hubungan kita dengan perempuan tersebut bisa terjaga.

Mengikuti Yesus pun hampir serupa dengan contoh di atas. Namun mengikuti Yesus bukanlah perkara yang mudah. Kita bukan hanya meninggalkan sifat/perilaku yang buruk dan mengarahkan diri pada hal-hal yang baik. Mengikuti Yesus berarti bersedia meninggalkan segala sesuatu yang menjadi milik kepunyaan kita.

Maka dari pernyataan di atas kita hendak bertanya, “Mengapa dalam hal mengikuti Yesus kita harus melakukan semuanya itu?”. Dengan meninggalkan segala milik kepunyaan kita, Yesus mau agar kita hanya terarah pada ketetapan-Nya dan hidup seturut kehendak-Nya. Sebagai manusia biasa, memang sangat sulit bagi kita untuk memutar arah dan tujuan hidup kita. Misalnya, tidak mudah seseorang meninggalkan apa yang telah ia capai lewat perjuangannya, seperti kedudukan sosial yang tinggi dan kehormatan. Namun Yesus mempunyai kuasa yang dapat memberikan kepada kita lebih dari apa yang telah kita miliki,

Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah ikan besar, sehingga jala mereka mulai koyak”. Mukjizat Yesus itu nyata dan dapat membuka hati umat manusia sehingga menjadi percaya dan mengikuti-Nya. “Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikuti Yesus.” Ayat tersebut hendak mengatakan kepada kita bahwa mukjizat yang diberikan Yesus itu sungguh nyata. Pemberian Yesus itu lebih berlimpah dari apa yang kita harapkan dan miliki. Sehingga lewat peristiwa Simon Petrus diangkat menjadi penjala manusia oleh Yesus, kita menyadari bahwa dengan mengikuti Yesus dan menaati segala ketetapanNya, kita akan memperoleh berkat yang melimpah dari Yesus sendiri.

Menjadi pengikut Yesus berarti siap untuk meninggalkan segala kepunyaan kita dan mengarahkan seluruh hidup kita hanya kepada Yesus. Kita juga harus terus berjalan bersama-Nya dan ikut serta ambil bagian dalam karya keselamatan yang dikerjakan-Nya, agar semakin banyak umat manusia yang merasakan kasih Yesus dan mengarahkan hidupnya hanya dalam terang kasih ilahi Yesus Kristus.

(Fr.Cristefillius Rembaen)

Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan”

(Luk. 5:4)

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah aku untuk menjadi pengikutMu yang setia. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini