Bukan Sekadar Mengagumi”: Renungan Selasa 30 Agustus 2022

0
1544

Hari Biasa (H).

BcE 1Kor. 2:10b-16; Mzm. 145:8-9,10-11,12-13ab,13cd-14; Luk. 4:31-37.  

Setiap orang biasanya akan heran dan tercengang sekaligus kagum dengan sesuatu yang spektakuler. Orang akan heran dan tercengang saat ada yang membuat suatu hal di luar kemampuannya. Seperti halnya dengan para pesulap yang membuat orang kagum akan kemampuannya untuk menciptakan hal yang misterius menjadi menakjubkan, para seniman, para olahragawan bahkan orang yang kelihatan biasa-biasa, tapi tiba-tiba membuat suatu hal yang membuat orang di sekitarnya heran; ketika ada yang dianggap bodoh, tidak mampu, dan tidak memiliki kemampuan tapi dia berhasil dan selesai mengerjakan tugas lebih dahulu dari teman-temannya bahkan dia memperoleh nilai yang tinggi. Ada juga, seseorang yang dianggap jahat, bebal, lalim, tapi ia yang lebih banyak sedekah dari pada yang rajin ibadah dan ikut kegiatan gerejani. Hal itu semua, terkadang membuat orang-orang heran dan mengatakan, “hebat juga dia, sungguh orang ajaib!” dan banyak reaksi lainnya.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus menegaskan tentang kelemahan manusia yakni manusia terkadang lebih mengarahkan diri pada hal duniawi. Terkadang manusia lebih mementingkan kehebatan duniawi dibandingkan rohani. Akhirnya, hal yang rohani dalam dunia tidak diperhatikan bahkan diabaikan. Hal itu yang menyebabkan manusia duniawi tidak mampu memahami Allah yang benar dan tidak mampu menerima apa yang berasal dari Roh Allah. Mereka yang menerima Roh Allah akan menilai segala sesuatu tetapi yang tidak menerima Roh Allah tidak memahaminya. Hal itu yang diingatkan oleh Paulus bahwa Allah yang telah mencurahkan Roh-Nya mengantar setiap orang pada terang-Nya dalam Kristus Putera-Nya. Sebab itu, kekayaan duniawi yang ada pada manusia tidak sebanding dengan kekayaan dalam Allah yang menyatakan diri-Nya dalam Kristus.

Penginjil Lukas menampilkan suatu kisah yang menggambarkan betapa kuasa Allah sungguh nyata dalam dunia. Kekuasaan itu ditampilkan dalam diri Yesus Kristus. Dalam kisah ini, ada 3 hal yang ditampilkan sekaligus memberi makna penting yakni Yesus datang ke Kapernaum pada hari Sabat dan mengajar di situ. Hari Sabat merupakan waktu orang Yahudi untuk beribadah dan tidak melakukan pekerjaan seperti hari biasanya. Namun, Yesus menyembuhkan orang yang kerasukan setan pada hari itu. Ada yang mencemooh dia, menghujat dia, karena dianggap telah melanggar peraturan hari Sabat. Kedua, ada satu pernyataan yang dikeluarkan oleh setan itu yakni ‘aku tahu Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah’. Namun Yesus menghardiknya dan mengatakan, diam dan mengeluarkan setan itu dari dalam tubuh orang itu’. Ketiga, semua orang takjub dengan apa yang dilakukan Yesus. Dari keempat hal tersebut, makna yang dapat diambil yakni kekaguman terhabat sesuatu terkadang tidak menghantar setiap orang pada iman yang benar akan Allah. Heran, takjub, kagum hanya akan sebatas suatu ungkapan jika tidak diikuti dengan perbuatan yang benar di hadapan Allah. Jika hanya memiliki sikap yang mengagumi, pasti setiap orang tersebut hanya akan menjadi penikmat atau bisa saja menjadi seperti setan yang suka mencela dan mengagung-agungkan orang dengan maksud mencari muka. Mari kita belajar menjadi seorang yang beriman bukan hanya dengan mengagumi tetapi benar-benar dengan iman dan perbuatan yang benar di hadapan Allah. Ungkapan dan wujud iman itu ialah mengutamakan rohani di atas duniawi, menguatamakan Allah di atas segalanya. Paulus telah belajar dari Yesus maka, kita pun haruslah demikian, karena kita yang telah menerima Roh Kudus dalam pembaptisan harus mampu menjadi saksi iman bukan hanya membuat orang kagum tetapi menjadi percaya bahwa Allah Bapa dalam Yesus Kristus dan dalam persekutuan Roh Kudus adalah Dia yang Esa, hidup dan berkuasa.

(Redaksi Lentera Jiwa)

“Manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.” (1Kor. 2:15)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, kuatkanlah kami dalam iman akan Dikau. Amin.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini