“Siapakah Aku ini?” Renungan, Kamis 4 Agustus 2022

0
1616

Pw S. Yohanes Maria Vianney, Im (P).

Yer. 31:31-34; Mzm. 51:12-13,14-15,18-19; Mat. 16:13-23.

Kita sering berpikir bahwa kedalaman relasi seseorang dengan orang lain diukur dari seberapa lama mereka menjalin relasi itu. Jika relasi yang mereka bangun sudah cukup lama, kita simpulkan bahwa mereka sudah saling mengenal satu sama lain secara mendalam. Namun nampaknya kesimpulan itu tidak benar sepenuhnya. Ternyata, banyak orang setelah sekian lama menjalin relasi, masih tidak tahu latar belakang rekan kerjanya, kelebihan dan kekurangan temannya, atau kesukaan dan pantangan pacarnya dan sebagainya.

Oleh karena itu, untuk mengetahui sejauh mana mereka saling mengenal satu sama lain, perlu ditanyakan langsung ke orangnya. Itulah yang dilakukan oleh Yesus sebagaimana diceritakan dalam bacaan Injil hari ini. Yesus tahu bahwa para murid-Nya sudah berjalan bersama-Nya cukup lama, tetapi Ia toh tetap bertanya untuk menggali sejauh mana para murid-Nya mengenal Yesus.

Bagi Yesus, siapa pun yang mau menjadi pengikut-Nya, haruslah benar-benar mengenal Yesus secara mendalam, bukan asal ikut-ikutan saja. Cara yang dilakukan oleh Yesus pun sangat bagus. Ia tidak langsung ke inti pertanyaan-Nya. Mula-mula Ia bertanya kepada para murid tentang pendapat orang mengenai diri-Nya. Lalu Yesus mengatakan, menurut kamu, siapakah Aku ini? Mereka semua terdiam. Di antara para murid yang terdiam, Petrus menjawab, « Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup ».

Pertanyaan Yesus itu hendak menguji para murid apakah mereka sudah mengenal Yesus secara mendalam. Bagi Yesus mereka sudah sekian lama berjalan bersama-Nya akan tetapi bisa jadi mereka tidak mengenal Yesus secara mendalam. Buktinya hanya Petrus yang menjawab dengan lantang dan dengan begitu hanya Petruslah yang mengenal Yesus secara penuh. Hanya mereka yang mempunyai kedekatan dan pengalaman pribadi dengan Yesus serta melaksanakan perintah-Nya yang mampu mengenal Yesus secara mendalam.

Hari ini Gereja memperingati St. Yohanes Maria Vianney. Awalnya ia diremehkan oleh orang lain karena kebodohan dan kelambanannya. Akan tetapi berkat selalu berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan akhirnya ia menjadi seorang imam. Kemudian lewat tugas perutusannya ia mampu menghantar banyak orang pada pertobatan.

Pertanyaan bagi kita, apakah dalam kehidupan kita secara pribadi kita sudah mengenal Yesus secara lebih mendalam? Marilah juga kita belajar dari St. Yohanes Maria Vianney, lewat iman dan penyerahan diri secara total kepada Tuhan ia mampu membawa banyak orang pada pertobatan dan mengalami keselamatan.

(Fr. Dkn. Billy Leonardo Tendean)

“Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini? ” (Mat. 16:15).

Marilah berdoa:

Yesus, tuntunlah agar aku semakin mengenal dan selalu mendekatkan diri kepada-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini