Pw Hati Tak Bernoda SP Maria (P)
Yes. 61:9-11; MT 1Sam. 2:1,4-5,6-7.8abcd; Luk. 2:41-51.
Noda merupakan suatu bercak dengan warna tertentu pada bidang yang berwarna berlawanan dengan bidang itu. Siapa yang dalam kehidupan ini tidak mengenal noda? Noda tentu sering dikaitkan dengan pakaian atau baju dan celana yang sering kita gunakan. Jika ditanya mengenai baju berwarna apa yang sering terkena noda, tentu jawaban yang muncul dari kebanyakan orang adalah baju yang berwarna putih. Tetapi sebenarnya yang terjadi bahwa noda tidak memilih-milih warna apa yang akan dia tempati. Semua baju akan bernoda jika terkena noda, namun ada warna-warna tertentu yang sewarna dengan warna noda sehingga nodanya tidak tampak. Berbeda dengan baju yang berwarna putih, pasti sering dikatakan ”makan kotor” karena semua noda dapat terlihat dengan jelas. Hal inilah yang membuat orang dalam memilih untuk membeli baju menghindari yang berwarna putih.
Saudaraku terkasih, jika dikaitkan dengan kehidupan beriman, kita sering menjadi orang yang menjauhi baju berwarna putih. Kita sering membuat kekaburan dalam hidup, yang kadang-kadang terlihat tak bernoda, tetapi sebenarnya memiliki banyak noda yang tak terlihat. Pakaian putih itu diartikan sebagai kebenaran hidup sebagai orang Kristiani. Kemudian baju abu-abu diartikan sebagai ketidakjelasan hidup, yang mana tidak sejalan dengan kehidupan Kristiani. Kemudian noda adalah dosa yang mencemari kehidupan beriman Kristiani. Untuk hidup yang lebih indah dan sesuai dengan kehidupan beriman Kristiani, perlulah menanggalkan pakaian abu-abu dan menggunakan pakaian putih. Kita harus konsekuen jika menggunakan baju putih atau pakaian keselamatan, yaitu berupaya tidak bermain dengan dosa atau menjauhi dosa itu. Jika ada noda dalam kehidupan kita, yang perlu dilakukan adalah membersihkan noda itu, bukan berupaya untuk mengganti dengan pakaian yang lain, sehingga perbuatan dosa tidak nampak atau tersembunyi.
Saudara-saudariku terkasih, dalam Bacaan Pertama dituliskan dengan jelas bahwa dengan menggunakan pakaian keselamatan dengan jubah kebenaran, kita manusia akan bersukaria dan jiwa kita bersorak-sorak dalam Allah sang pencipta kita.
Dalam Bacaan Injil dikisahkan dengan jelas bahwa dengan kebenaran-Nya, Yesus sebagai seorang anak ”cilik” tampil bersinar di hadapan alim-ulama Agama Yahudi. Kemudian orang tua-Nya datang mencari-Nya dan ada perasaan risau di dalam hari mereka. Selama tiga hari mereka mencari-Nya, namun jawaban yang diberikan Yesus sungguh menyayat hati mereka. Hal ini menunjukkan bahwa menjadi orang Kristiani sejati harus kuat dengan segala keadaan. Namun kita sebagai orang Kristiani, tidak perlu khawatir dengan pakaian kebenaran. Kita telah diberikan tokoh teladan, yaitu Maria yang telah menggunakan pakaian kebenaran dengan konsekuensinya. Hatinya Selalu putih dan tak bernoda karena selalu taat pada karya Tuhan untuk menyelamatkan manusia. Kita perlu menyerahkan hidup kita pada Tuhan, tanpa takut seperti Bunda Maria.
(Fr. Albertus Solang)
“………Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya” (Luk 2:51)
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan berilah kami kekuatan untuk meneladani bunda Maria untuk taat kepada perintah Mu. Amin











