“Jangan Melupakan Tuhan”: Renungan, Rabu 23 Mei 2018

0
1958

Hari Biasa (H)

Yak. 4:13-17; Mzm. 49:2-3,6-7,8-10,11; Mrk. 9:38-40. 

Kuasa untuk mengusir setan merupakan kuasa yang dimiliki oleh semua pengikut Kristus. Ini membuka perspektif baru untuk kita memahami secara lebih eksplisit tentang kuasa Allah untuk manusia. Kuasa yang dilimpahkan untuk setiap orang dalam menyembuhkan atau mengusir setan menjadi kuasa yang secara istimewa diterima dari Allah.

Injil hari ini secara jelas menampilkan seorang yang bukan murid Yesus mengusir setan. Kesaksian dari Yohanes yang mengatakan bahwa ada orang yang mengusir setan demi nama Yesus membuka sebuah horizon baru untuk kita memahami arti sesungguhnya dari pribadi Kristus sendiri.

Kehadiran-Nya benar-benar nyata untuk keselamatan manusia. Kepercayaan menjadi dasar dalam tindakan seseorang bahwa dalam nama Yesus segala sesuatu dapat terjadi dan harapan itu tidak akan sirna.

Kuasa untuk mengusir setan merupakan salah satu bentuk nyata kasih Allah bagi mereka yang menaruh kepercayaan kepada-Nya. Sikap percaya menjadi jalan masuk bagi seseorang untuk menemukan jawaban atas misteri kehidupan. Penggambaran kuasa mengusir setan sebenarnya merupakan ekspresi kecurigaan Yohanes.

Bagi Yohanes hal ini tidak mungin bisa terjadi sebab yang melakukannya bukan pengikut Yesus. Tetapi justru Yesus membuka pikiran Yohanes, ‘Jangan kamu cegah dia. Barangsiapa tidak melawan kita ia di pihak kita”.

Oleh karena itu, Yesus memberikan peneguhan bagi kita bahwa “sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya”.

Hidup manusia hanyalah sementara. Yakobus menyebutnya bagaikan uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Karena itu Yakobus mengingatkan kita supaya jangan sampai melupakan Tuhan dalam setiap perencanaan hidup ini. Ia menyarankan orang untuk berkata, “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu”.

Jadi sebenarnya bukan hanya sebatas mengusir setan saja. Melainkan lebih daripada itu, bahwa hidup manusia haruslah sesuai dengan kehendak Tuhan. Bahwa segala sesuatu yang dilakukan manusia atau apa yang diperbuat manusia adalah rancangan Tuhan. Sehingga Yakobus menyimpulkan jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya ia berdosa.

Kendati pun tidak selamanya bisa diterima oleh yang lain, tetapi orang yang mengusir setan dalam nama Yesus merupakan bukti nyata bagaimana harus berbuat baik.

(Fr. Petrus Fransiskus Kowarin)

 

“Barangsiapa tidak melawan kita ia di pihak kita” (Mrk. 9: 40).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah aku untuk selalu mengandalkan-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here