“Berjaga dan Berdoa”: Renungan, Minggu 28 November 2021

0
749

HARI MINGGU ADVEN I (U).

E Syah PrefAdven.

Yer. 33:14–16; Mzm. 25:4bc–5ab, 8–9, 10, 14; 1Tes. 3:12–4:2; Luk. 21: 25–28, 34–36.

Hari ini, dalam kalender liturgi Gereja Katolik, dimulailah Masa Adven. Kita kembali dihantar untuk pertama-tama melihat makna utama dari Masa Adven sebagai masa penantian akan kedatangan Sang Juruselamat. Dalam Masa Adven, seluruh umat Katolik diajak untuk mengkhususkan waktunya demi mempersiapkan diri menyambut kelahiran Yesus Kristus pada Hari Raya Natal. Bacaan-bacaan Kitab Suci yang disajikan kepada kita sepanjang Masa Adven ini bertumpu pada satu tema sentral yakni persiapan diri menyambut Sang Juruselamat.

Seruan untuk mempersiapkan dan berbenah diri ini dimulai dengan bacaan-bacaan yang disuguhkan kepada kita pada Hari Minggu Adven yang pertama ini. Nabi Yeremia dengan sungguh jelas mengungkapkan bahwa waktunya akan datang, ketika Tuhan akan menepati janji yang telah dikatakan-Nya kepada kaum Israel dan Yehuda. Ketika waktu itu datang, sebagaimana diungkapkan oleh Nabi Yeremia, Tuhan akan menumbuhkan Tunas Keadilan bagi Daud dan Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di bumi. Keadilan inilah yang akan mendatangkan ketenteraman di Yerusalem. Nabi Yeremia menghantar kita untuk melihat sumber dari keselamatan, yakni Tuhan sendiri. Keselamatan ialah janji Tuhan, dan Tuhan tak pernah mengingkari janji-Nya. Nubuat Nabi Yeremia ini pada puncaknya akan terpenuhi dalam diri Yesus Kristus, Juruselamat Sejati dan Pelaksana Kebenaran Yang Kekal. Keselamatan yang hendak kita sambut ini bukanlah keselamatan yang datang dari dunia, melainkan keselamatan dari Tuhan sendiri.

Keselamatan yang datang dari Tuhan merupakan keselamatan paripurna. Pertanyaan mendasar bagi kita di awal Masa Adven ini: bagaimana kita mempersiapkan diri menyambut keselamatan itu. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika menasihatkan salah satu cara mempersiapkan diri yakni dengan hidup kudus. Nasihat ini tentu tidak hendak mengatakan bahwa kita tidak memiliki kekudusan dalam hidup. Akan tetapi, sebagaimana dikatakan oleh Rasul Paulus, hendaklah kita lebih bersungguh-sungguh lagi dalam kekudusan itu. Mengapa kita perlu lebih bersungguh-sungguh lagi? Jawabannya ada pada perkataan Tuhan Yesus dalam Injil hari ini, yakni: Penyelamatanmu sudah dekat. Lagi, Tuhan Yesus menasihati kita untuk berjaga sambil berdoa, sebab kita tidak tahu hari maupun saat keselamatan itu tiba. Berjaga sambil berdoa akan membuat kita tahan berdiri menyambut keselamatan itu.

Marilah di awal Masa Adven ini, sebagaimana ajakan Rasul Paulus, kita lebih bersungguh-sungguh lagi dalam olah tobat dan pembaharuan diri agar kita semakin matang dan siap untuk menikmati keselamatan dari Tuhan.

(Fr. Dkn. Ovan Adikila)

Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa” (Luk. 21:36).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bimbinglah kami dalam usaha berjaga dan berdoa. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here