“Selamat Karena Percaya”: Renungan, Selasa 3 Agustus 2021

0
578

Hari Biasa (H)

Bil. 12:1-13; Mzm. 51:3-4, 5-6a, 6bc-7, 12-13; Mat. 14:22-36

Dalam dunia bisnis, kepercayaan merupakan faktor yang sangat penting bagi keberlangsungan suatu perusahaan. Kesuksesan dan keberhasilan sebuah perusahaan akan terwujud ketika kepercayaan menjadi prinsip dalam budaya kerjanya. Seorang pekerja harus percaya kepada pemimpinnya bahwa ia akan mampu memberikan gaji, jaminan kesehatan, keselamatan kerja bagi dirinya. Sebaliknya seorang pemimpin harus percaya bahwa pekerjanya mampu memberikan kinerja terbaik menurut bidangnya masing-masing. Saling percaya merupakan kunci agar produktifitas perusahaan secara keseluruhan dapat berjalan dengan baik.

Pemberontakan Harun dan Miryam merupakan bentuk penolakan kepada Musa, yang diangkat Allah menjadi nabi-Nya. Harun dan Miryam tidak belajar dari pengalaman hidup bersama Musa. Pemberontakan ini terjadi karena sebagai manusia, mereka tidak belajar dari semua tahapan dan berefleksi atas pengalaman yang telah mereka lalui bersama Musa. Mereka seakan-akan tidak percaya bahwa firman yang disampaikan Musa, berasal dari Allah. Mereka mengharapkan suatu tanda dan mukjizat, serta kehadiran Allah yang nyata di hadapan mereka.

Hal yang sama terjadi pula dalam pengalaman hidup para murid, ketika badai dan ombak besar menerpa mereka. Dalam situasi demikian, Yesus menghampiri mereka dengan berjalan di atas air. Para murid menjadi takut dan berpikir bahwa Yesus adalah hantu. Akan tetapi ketika Ia sampai kepada mereka dan menolong Petrus yang jatuh ke dalam air, barulah mereka percaya bahwa Dia sungguh-sungguh Yesus. Mereka tidak belajar dari pengalaman hidup bersama Yesus, sampai mereka tidak mengenal kuasa-Nya. Dalam ombak dan topan yang sedemikian, hanya kuasa Yesuslah yang dapat menyelamatkan mereka.

Saudara terkasih pengalaman Harun dan Miryam serta para murid sebenarnya harus menjadi pelajaran iman bagi kita semua. Sebagai orang Katolik, kita harus mengimani bahwa Yesus hadir dalam semua pengalaman hidup orang beriman, baik dalam suka maupun duka. Orang beriman adalah orang yang mengenal Yesus dalam kehidupan pribadinya. Mereka akan memandang Yesus sebagai cahaya hidup. Dan dengan iman yang sama, mereka akan percaya akan perkataan Yesus: “Aku ini cahaya dunia, barangsiapa mengikuti Aku, memiliki cahaya kehidupan.” Dalam ketakutan dan kebimbangan kita, Yesus akan hadir dengan berkata “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Yesus meminta agar kita tetap percaya dan berpegang pada tangan-Nya yang akan menghantar kita pada keselamatan.

(Fr. Romaldo Fangohoi)

 “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Mat. 14:27).

Marilah berdoa:

Ya Allah, kasihanilah kami sebab kami orang berdosa. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here