“Berbagi dengan Kasih”: Renungan, Senin 2 Agustus 2021

0
769

Hari Biasa (H)

Bil. 11:4b-15; Mzm. 81:12-13,14-15,16-17; Mat. 14:13-21

Dalam bacaan pertama, Tuhan berjanji memberi daging kepada bangsa Israel. Di antara mereka, ada orang-orang bajingan yang kemasukan nafsu rakus. Mereka membandingkan keadaan saat itu dengan keadaan ketika masih di Mesir. Keluhan tersebut mendatangkan murka Tuhan. Dengan murka-Nya, Tuhan ingin membuktikan kesalahan dari keluhan mereka dan ingin menyatakan bahwa Ia selalu hadir dengan kuasa-Nya setiap saat. Tuhan ingin agar orang Israel taat dan setia pada kehendak-Nya. Kita pun sebagai umat Allah diajak untuk selalu taat dan setia pada rencana dan kehendak-Nya.

Dalam bacaan Injil dikisahkan bahwa Yesus memberi makan lima ribu orang dan menyembuhkan mereka yang sakit. Hal itu dilakukan oleh Yesus karena hati-Nya tergerak oleh belas kasihan kepada mereka yang mengikuti-Nya. Namun orang-orang itu tidak mau pergi, padahal tempat itu sunyi dan hari mulai malam. Para murid pun meminta kepada Yesus agar menyuruh mereka pergi. Yesus menolak hal itu dan berkata, “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan”. Sikap pesimis pun muncul dalam diri para murid karena uang yang mereka miliki tidak mungkin memberi makan kepada banyak orang itu, dan yang ada pada mereka hanyalah lima roti dan dua ikan. Yesus tetap mengambilnya, kemudian menengadah ke langit sambil mengucap berkat, memecah-mecahkannya dan membagi-bagikannya.

Dalam hidup sehari-hari, kita pun sering menghadapi tantangan seperti yang dialami para murid. Kadang kita bersikap pesimis dan merasa bahwa kita tidak akan mampu menghadapinya serta kadang meragukan kekuatan Allah. Kekuatan kita sendiri tentu tidak akan bisa membantu kita menghadapi tantangan hidup. Kalau kita mengandalkan Tuhan, maka kita pasti akan mendapatkan kekuatan sehingga mampu menghadapi tantangan tersebut.

Injil hari ini juga mengajak kita untuk meneladani Yesus yang peduli dan mau berbagi kepada kita. Hati-Nya yang tergerak oleh belas kasihan dilengkapi-Nya dengan tindakan nyata, yakni memberi mereka makan. Pribadi Yesus yang peduli hendaknya menjadi teladan bagi kita agar mau berbagi dengan sesama sebagai pengikut-Nya. Berbagi bukan soal besar atau kecil, gengsi, menunjukkan kehebatan, mencari ketenaran. Berbagi adalah soal memberi apa yang kita punya dengan ketulusan hati, berbagi dengan kasih, berbagi karena peduli dengan sesama yang membutuhkan. Yesus saja mau peduli, mau berbagi dengan kita, mengapa kita tidak?

(Fr. Giovanny Diamanti)

“Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan” (Mat. 14:16).

Marilah berdoa:

Tuhan, bantulah kami agar mampu peduli dan berbagi dengan sesama. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here