“Pilihan Terbaikku”: Renungan, Kamis 29 Juli 2021

0
572

Pw S. Marta (P)

Kel. 40:16-21,34-38; Mzm. 84:3,4,5-6a,8a,11; Mat. 13:47-53; atau 1Raj. 12:20-33.

Dalam kehidupan, kita sering dihadapkan dengan dua hal yang sangat bertentangan. Baik dan buruk, jahat dan tidak jahat, benar dan salah, dst. Jika diberi pilihan antara keduanya, kebanyakan orang pasti memilih apa yang baik dan benar. Tetapi pada kenyataannya hanya sedikit orang yang melakukan apa yang baik dan benar itu. Kita sering memilih jalan termudah, jalan tercepat, jalan teraman dan ternyaman untuk mencapai sesuatu, meskipun cara yang kita tempuh adalah cara yang buruk dan tidak benar. Kita sering terjerumus dalam kemudahan dan kenyamanan yang membutakan.

Bacaan-bacaan hari ini ingin mengantar kita pada satu pilihan terbaik yang harus diambil. Bacaan pertama menceritakan tentang Musa yang mendirikan kemah suci bagi Tuhan. Musa mengikuti perintah Tuhan dan mendirikan Kemah Suci sehingga Allah bisa menetap di dalamnya dan kemuliaan-Nya memenuhi Kemah Suci itu. Keputusan Musa mengikuti perintah Allah dan mendirikan Kemah Suci merupakan pilihan terbaik Musa. Keputusan yang diambilnya membawa berkat besar bagi bangsa Israel karena Allah menetap dalam Kemah Suci itu dan kemuliaan-Nya memenuhi tempat itu.

Sedangkan, bacaan injil hari ini menceritakan tentang perumpamaan Kerajaan Surga seperti pukat yang dilemparkan di laut untuk menangkap ikan. Pukat akan ditarik dan semua ikan yang ada di dalamnya akan diambil dan dipisahkan antara ikan yang baik dan ikan yang buruk. Perikop injil Matius ini hendak mengajari kita bahwa kedatangan Kerajaan Allah akan menyangkut mengenai hari penghakiman, di mana yang baik akan di pisahkan dari yang buruk. Yang baik akan menerima berkat dan yang buruk akan mendapat hukuman.

Maka dari itu, bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa pilihan yang kita ambil menentukan kehidupan kita kelak. Kita dituntut untuk memutuskan pilihan terbaik dalam terang Yesus Kristus yakni mengikuti perintah-Nya, setia terhadap-Nya dan melayani dalam terang-Nya. Semua itu adalah pilihan terbaik yang akan mengantar kita kepada kehidupan kekal bersama-Nya dalam Kerajaan Surga. Seperti Musa yang setia mengikuti perintah-Nya dan membawa berkat bagi Israel.

Seperti Santa Marta yang hari ini Gereja peringati, setia sampai mati bersama Kristus, kita pun diajak untuk menentukan pilihan terbaik kita yakni setia kepada Tuhan sehingga boleh mengalami kehidupan kekal bersama Tuhan dalam Kerajaan-Nya.

(Fr. Andi Bambi)

“Mengertikah kamu semuanya itu? Mereka menjawab: “Ya kami mengerti”
(Mat. 13:51)
.

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, buatlah aku mampu menentukan pilihan terbaik dalam hidup ini yakni setia kepada-Mu dan hidup di hadirat-Mu selalu. Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here