“Sadarkah Kamu?”: Renungan, Senin 26 Juli 2021

0
491

Pw S.Yoakim dan Ana, Orangtua SP Maria (P).

BcE dr Rybs Sir. 44:1.10-15; Mzm. 132:11. 13-14.17-18; Mat. 13:16-17. BcO 1 Raj. 10:1-13.

 

Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan. Keselamatan adalah istilah rohani yang perlu kita definisikan. Kata ini berkaitan erat dengan kata selamat, yakni kondisi atau keadaan utuh, terbebas dari bencana, malapetaka, kerusakan, dst. Contoh sederhana, misalnya ada anak-anak terjebak di gedung yang sedang terbakar. Pemadam kebakaran akan lari melalui asap tebal dan membawa mereka keluar. Dengan begitu ia menyelamatkan hidup mereka, membawa mereka kembali dalam keadaan utuh dan terhindar dari malapetaka. Hal yang sama juga dilakukan Yesus. Ia diutus untuk menyelamatkan manusia dengan mewartakan berita keselamatan, berita tentang Kerajaan Allah. Hal ini ia lakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan bercerita atau memberi perumpamaan-perumpamaan.

Di dalam Injil Matius, kita dapat menemukan perikop tentang bagaimana Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui perumpamaan. Misalnya, perumpamaan tentang seorang penabur benih. Perumpamaan ini sesungguhnya hendak memperlihatkan bagaimana Yesus mau agar orang mengerti persoalan tentang Kerajaan Allah itu. Walaupun Ia tidak menjelaskan kepada orang banyak tentang perumpamaan itu. Ia hanya menjelaskan persoalan tersebut kepada kalangan tertentu, yaitu para murid-Nya. Karena itu dalam Injil hari ini Yesus menegaskan bahwa “Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar”.

Saudara-saudaraku yang di kasihi oleh Tuhan. Kita sebagai manusia yang penuh dengan segala kekurangan, kelalaian, kelemahan dan dosa, harus menyadari bahwa Allah selalu beserta kita. Ia senantiasa menyertai umat-Nya. Kita sering melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita sebagai hiasan semata, sesuatu yang normal. Padahal kalau kita melihatnya dengan mata iman, peristiwa yang terjadi itu adalah suatu rencana yang telah di buat dan diwujudnyatakan dalam kehidupan kita oleh Allah. Hal ini terlihat ketika Yesus mewartakan keselamatan tentang Kerajaan Allah melalui perumpamaan. Ia sudah berusaha mengajarkan tentang Kerajaan Allah dalam bentuk yang mudah dipahami tapi mereka masih saja tidak mengerti.

Karena itu marilah kita sadar akan apa yang ada dalam diri kita. Menyadari akan kehadiran Yesus Kristus dengan cara menghargai diri kita sendiri. Sebab masih ada banyak orang belum bisa menyadari akan kehadiran Allah dalam hidupnya. Itulah mengapa dengan kesadaran diri yang kita bangun, kita pasti akan selalu bersyukur dengan setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Karena kita yakin dan percaya bahwa semua itu adalah rencana Allah dalam menyelamatkan kita.

(Fr. Dandi Papoto)

“Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar”
(Mat. 13:16).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, kuatkanlah iman hambamu ini dalam mewartakan sabda-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here