“Gandum dan Lalang”: Renungan, Sabtu 24 Juli 2021

0
576

Hari Biasa (H)

Kel. 24:3-8; Mzm. 50:1-2,5-6,14-15; Mat. 13:24-30

Saudara/i terkasih, Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang memberikan perumpamaan mengenai lalang di antara gandum.  Lalang merupakan tumbuhan yang mirip dengan gandum ketika baru bertumbuh. Hal tersebut terlihat jelas pada daun dari kedua tumbuhan tersebut, akan tetapi perbedaannya mulai mencolok ketika keduanya dibiarkan tumbuh sampai musim menuai. Selain itu, lalang yang tumbuh di antara gandum susah dipisahkan karena akarnya saling berjalinan. Sehingga barulah pada musim menuai, petani akan memisahkan mana yang lalang dan mana yang gandum. Petani akan mengumpulkan lalang tersebut dan membakarnya. Sedangkan gandum akan dikumpulkan dan disimpan dalam lumbung.

Sesungguhnya perumpamaan Yesus tentang gandum dan lalang itu menyimbolkan dua hal yang saling bertolak belakang yakni hal baik dan hal jahat. Dengan kata lain, gandum itu menyimbolkan kebaikan atau orang baik sedangkan lalang menyimbolkan kejahatan atau orang yang jahat. Selain itu, tuan yang menaburkan benih itu tidak lain ialah Tuhan Allah sendiri, sedangkan musuh yang dimaksudkan dalam perumpamaan Yesus itu ialah iblis. Oleh karena itu, sesungguhnya yang dimaksudkan oleh Yesus lewat perumpamaan tersebut ialah bahwa manusia itu pada dasarnya diciptakan baik adanya, akan tetapi seiring berjalannya waktu dalam hidup manusia ada iblis yang selalu menggoda manusia itu sendiri agar berbuat kehajatan sehingga manusia pun mulai menjauh dari Yesus.

Selain itu, sebagaimana Yesus katakan dalam perumpamaan tersebut bahwa gandum dan lalang itu sangat sulit dibedakan apalagi sulit dipisahkan karena akarnya sudah saling berjalinan. Hal tersebut hendak menunjukkan bahwa di dunia ini banyak sekali lalang atau orang jahat yang menyatu dengan gandum atau orang baik, sehingga sangat sulit untuk membedakannya. Walaupun demikian, pada masa penuaian lalang dan gandum akan dapat dipisahkan dan diletakkan menurut tempatnya. Hal tersebut hendak menunjukkan bahwa akan tiba saatnya di mana pada hari penghakiman orang yang jahat itu akan masuk neraka sedangkan orang yang baik akan masuk ke surga.

Saudara/i terkasih, lewat Injil hari ini sesunguhnya Yesus hendak memperingatkan kepada kita bahwa dalam hidup kita sehari-hari akan ada begitu banyak godaan yang datang mendekati kita, sehingga kita akan melakukan kejahatan. Karena itu, Ia mengajak kita untuk tetap bertekun dan berpegang kepada-Nya agar kita dapat bersatu dan tinggal bersamanya di dalam Kerajaan Surga.

 (Fr. Gabriel Junior Ell)

“Biarlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai” (Mat. 13:30).

Marilah berdoa:

Tuhan, bimbinglah kami selalu agar selalu berpegang pada-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here