“Perjumpaan yang Meneguhkan”: Renungan, Kamis 22 Juli 2021

0
457

Pesta S. Maria Magdalena (P)

Kid. 3:1-4a; Mzm 63:2,3-4,5-6,8-9; Yoh. 20:1.11-18.

Pada hari ini kita merayakan Pesta Santa Maria Magdalena. Bacaan-bacaan hari ini menggambarkan kebahagiaan dan kegembiraan Maria Magdalena bagaikan mempelai perempuan ketika menemukan jantung hatinya, setelah ia berjumpa dengan Tuhan yang sebelumnya telah dianggap ‘hilang dan tidak akan ditemukan lagi’.

Bacaan pertama menceritakan bagaimana kebahagiaan dan kegembiraan sang mempelai perempuan ketika telah menemukan jantung hatinya yang sebelumnya hilang. Sang mempelai perempuan tidak duduk diam begitu saja ketika mengetahui bahwa jantung hatinya telah tiada, tetapi ia berinisiatif untuk mencarinya dengan harapan akan menemukannya. Pada akhirnya, ia dapat menemukan jantung hatinya.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang kebahagiaan dan kegembiraan Maria Magdalena yang menyaksikan Yesus yang telah bangkit dari kematian. Awalnya, Maria Magdalena merasa sedih dan putus asa karena menganggap bahwa jenazah Yesus telah diambil orang. Sapaan Yesus kepada Maria Magdalena membuatnya sadar bahwa Yesus telah bangkit dan sedang bercapak-cakap dengannya. Maria Magdalena tidak menyembunyikan kabar sukacita tersebut tetapi dengan sukacita pula ia memberitahukannya kepada para murid bahwa Tuhan telah bangkit dan menampakkan diri kepadanya.

Dalam hidup sebagai manusia, kita sering mengalami kehilangan yang pada akhirnya membuat kita menjadi sedih dan putus asa. Namun, kita akan menjadi bahagia jika apa yang telah hilang pada akhirnya dapat ditemukan kembali. Usaha menemukan yang hilang akan sia-sia apabila kita tidak memiliki pengenalan yang baik dan benar. Injil Yohanes memberikan kesaksian bahwa pengenalan akan Allah dapat membantu kita untuk menyadari Tuhan yang bangkit. Seperti Maria Magdalena yang menyadari Tuhan lewat sapaan-Nya, demikian juga kita sebagai umat beriman harus memiliki sikap pengenalan akan Allah, yang pada akhirnya akan menghantar kita pada perjumpaan dengan Tuhan.

Pada Pesta Sta. Maria Magdalena ini, kita juga bisa belajar dari pribadinya yang selalu berusaha mencari Tuhan Sang Sumber Kehidupan. Masa lalunya memang kelam dan penuh dosa. Tetapi, ia berusaha untuk keluar dari jurang dosa tersebut. Ada ungkapan bagus dari Paus Fransiskus: “Orang kudus punya masa lalu, orang berdosa punya masa depan.” Maria Magdalena tidak hanya memiliki masa depan, tetapi perjumpaannya dengan Yesus menghantarkannya pada kegembiraan dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

 

(Fr. Andris Sumigar)

 

“Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: ‘Aku telah melihat Tuhan!’ dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya” (Yoh. 20:18).

 

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah kami agar dapat mengenali kehadiran-Mu dalam kehidupan kami. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here